Sejumlah Pejabat Bank Sentral Dunia Akan Berkumpul Akhir Pekan Ini di Jackson Hole

Sejumlah kepala bank sentral dunia akan berkumpul pada akhir pekan ini untuk menghadiri Simposium Kebijakan Tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Sentral AS (The Fed) di Jackson Hole, Wyoming, AS.
Dwi Nicken Tari | 20 Agustus 2018 19:29 WIB
Bank sentral AS The Federal Reserve - Reuters/Larry Downing

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah kepala bank sentral dunia akan berkumpul pada akhir pekan ini untuk menghadiri Simposium Kebijakan Tahunan yang diselenggarakan oleh Bank Sentral AS (The Fed) di Jackson Hole, Wyoming, AS.

Pertemuan dua hari tersebut akan dibuka oleh pidato dari Gubernur The Fed Jerome Powell pada Jumat (24/8/2018) pagi. Investor pun dipastikan akan mencari kejelasan dari pernyataan Powell terkait kebijakan moneter The Fed dan pandangannya mengenai gejolak di emerging market baru-baru ini.

Sebelumnya, pada rapat kebijakan Juni, The Fed mengumumkan bahwa kenaikan suku bunga akan dilakukan dua kali lagi menjelang akhir tahun 2018. Pasar pun memperkirakan suku bunga acuan (fed funds rate/FFR) akan dikerek untuk ketiga kalinya dalam tahun pada September.

Namun, perkiraan pasar untuk kenaikan FFR untuk yang keempat kalinya pada Desember kini telah menjadi kurang pasti. Pasalnya, The Fed belum memberikan sinyal terkait sejauh apa suku bunga akan diangkat sebelum akhirnya menghentikan 'kenaikan suku bunga secara gradual' tersebut.

Pernyataan Powell sebelumnya di dalam hiring di hadapan Kongres AS pun menambah ketidakpastian ke tengah-tengah pelaku pasar,  dengan menyampaikan bahwa kenaikan suku bunga secara gradual sangat cocok dilakukan "sekarang ini".

“Yang perlu mereka [The Fed] lakukan adalah memberikan kejelasan mengenai perubahan bahasa panduan kenaikan suku bunga dan maksud sebenarnya dari “sekarang ini” tadi,” kata Ward McCarthy, Chief Financial Economist di Jefferies LLC, New York, seperti dikutip Bloomberg, Senin (20/8/2018).

Selain itu, Kepala Ekonom AS di Barclays Plc. Michael Gapen berharap Powell dapat memberikan pembaruan mengenai kebijakan reduksi neraca keuangan The Fed.

Pasalnya, pengetatan neraca keuagan The Fed tersebut dapat mengurangi tingkat cadangan modal di dalam sistem perbankan yang nantinya dapat memengaruhi keleluasaan The Fed di dalam mengendalikan benchmark tingkat suku bunga federal.

Di luar kebijakan moneter The Fed, tekanan dari negara berkembang (khususnya Turki) juga akan menjadi perbincangan hangat di sela-sela pertemuan tersebut. Beberapa ekonom memperkirakan, The Fed dapat menunda kenaikan suku bunga pada September jika kondisi keuangan global semakin memburuk.

“Selama gejolak tersebut tidak mengancam outlook ekonomi AS, tampaknya The Fed tidak akan terpengaruh untuk mengambil kebijakan apapun atas dasar fundamental domestik AS,” kata Carl Tannenbaum, Kepala Ekonom di Northern Trust Corp., Chicago.

Tag : Kebijakan The Fed
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top