Bank Mengerem Pembukaan Kantor Cabang

Otoritas Jasa Keuangan menilai perbankan cenderung mengurangi pembukaan kantor cabang seiring dengan perkembangan teknologi finansial.
Nindya Aldila | 20 Agustus 2018 21:53 WIB
Nasabah melakukan transaksi perbankan di Galeri ATM, di Bandung, Jawa Barat, Senin (9/4/2018). - JIBI/Rachman

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan menilai perbankan cenderung mengurangi pembukaan kantor cabang seiring dengan perkembangan teknologi finansial.

Hal itu dilontarkan oleh Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso. Menurutnya, baik industri dan otoritas harus sama-sama tanggap dalam menghadapi kemajuan teknologi, terutama di bidang finansial.

Dengan adanya teknologi, dia berharap industri keuangan dapat menjangkau nasabah yang lebih banyak. Selain itu, kehadiran teknologi juga dapat membantu semakin efisiennya biaya distribusi produk keuangan.

"Tendensinya bank tidak membuka physical branch [kantor cabang]. Bank boleh buka menggunakan agen. Tentunya sampai sekarang cabang pembantu yang ada masih ada. Tapi magnitude pembukaan cabang baru semakin kecil," tuturnya, usai acara Peresmian OJK Infinity di Wisma Mulia 2, Senin (20/8/2018).

Untuk itu, fintech diharapkan dapat menawarkan pelayanan yang lebih mudah, cepat, dan murah. Jika tidak, maka fintech tidak akan berperan untuk mencapai target nasional inklusi keuangan sebesar 75%.

Tag : perbankan
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top