Akseleran Salurkan Rp95 Miliar Sampai Agustus 2018

PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) tercatat menyalurkan pinjaman senilai Rp95 miliar kepada lebih dari 200 debitur per Agustus 2018.
Nindya Aldila | 21 Agustus 2018 10:03 WIB
Ilustrasi teknologi finansial - Flickr

Bisnis.com, JAKARTA --  PT Akseleran Keuangan Inklusif Indonesia (Akseleran) tercatat menyalurkan pinjaman senilai Rp95 miliar kepada lebih dari 200 debitur per Agustus 2018.

Chief Credit Officer & Co-Founder Akseleran Christopher Gultom mengatakan besarnya animo Usaha Kecil dan Menengah (UKM) serta tingkat kepercayaan pengusaha yang semakin meningkat, melambungkan penyaluran pembiayaan Akseleran.  

“Selama empat bulan ke depan, kami akan menambah area layanan ke Yogyakarta, Semarang, Solo, dan Surabaya. Kami ingin secara penuh memenuhi pembiayaan UKM di Pulau Jawa, selain di Jabodetabek dan juga Balikpapan,” paparnya dalam keterangan resmi, Senin (20/8/2018).

Saat ini, sudah lebih dari 200 UKM yang dibiayai dan 99% di antaranya diklaim berhasil meningkatkan kapasitas bisnis. Setiap pengusaha disebut dapat meningkatkan omzet antara 10%-1.000%.

Menurut Christopher, peran peer-to-peer (P2P) lending sebagai layanan pinjam meminjam uang berbasis teknologi informasi sangat relevan dan cukup krusial erta diharapkan dapat menjadi angin segar bagi pertumbuhan sektor UKM di Indonesia.

Dengan layanan P2P lending, setiap UKM yang selama ini kesulitan memperoleh akses pembiayaan dari perbankan dan layanan keuangan konvensional lainnya diberikan akses pembiayaan baru dengan syarat lebih fleksibel.

Berdasarkan data Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terlihat adanya jurang kebutuhan pembiayaan bagi UKM hingga Rp1.000 triliun pada akhir 2017. Sementara itu, porsi penyaluran pembiayaan dari perusahaan-perusahan financial technology (fintech lending) per Juni 2018, baru sekitar Rp7,64 triliun.

Dari data tersebut, pasar pembiayaan bagi UKM di Indonesia dinilai masih sangat besar sehingga keberadaan P2P lending sangat potensial dan dibutuhkan dalam mempersempit celah pembiayaan terhadap UKM.

“Akseleran sudah tersertifikasi oleh ISO 270001, menunjukkan komitmen kami dalam memperhatikan perlindungan konsumen,” lanjutnya.

Dengan pencapaian tersebut, tingkat Non Performance Loan (NPL) Akseleran masih cenderung rendah yakni 0,6%. Sementara itu, rata-rata suku bunga yang diberikan sebesar 18%-21% per tahun, dengan besaran rata-rata pinjaman sebesar Rp400 juta.

Saat ini, Akseleran menyalurkan pinjaman minimal sebesar Rp75 juta dan maksimal Rp2 miliar untuk UKM. Adapun para pemberi pinjaman di Akseleran dapat memberi mulai dari Rp100.000 dan maksimal tak terbatas.

Tag : pembiayaan, fintech
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top