APPI: Relaksasi Bakal Dorong Pertumbuhan Pembiayaan

Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meyakini relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada industri pembiayaan melalui amandemen Peraturan OJK (POJK) Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan dapat mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. 
Azizah Nur Alfi | 21 Agustus 2018 10:10 WIB
Pengunjung GIIAS 2018. - Bisnis.com/GIIAS

Bisnis.com, JAKARTA -- Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) meyakini relaksasi yang diberikan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) kepada industri pembiayaan melalui amandemen Peraturan OJK (POJK) Nomor 29/POJK.05/2014 tentang Penyelenggaraan Usaha Perusahaan Pembiayaan dapat mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. 
 
Ketua Asosiasi Perusahaan Pembiayaan Indonesia (APPI) Suwandi Wiratno menyampaikan segala relaksasi atau kemudahan yang diberikan melalui amandemen beleid tersebut akan mendorong pertumbuhan industri pembiayaan. 
 
"Kebijakan yang dikeluarkan juga bukan hanya soal uang muka, tetapi juga ada pembiayaan tunai," katanya, Senin (20/8/2018). 

Salah satu relaksasinya adalah kebijakan uang muka untuk pembiayaan kendaraan bermotor minimal 0%.

Suwandi menuturkan kebijakan itu hanya berlaku bagi perusahaan pembiayaan dengan rasio Non Performing Financing (NPF) di bawah atau sama dengan 1%. Kendati APPI tidak memiliki catatan seputar itu, tetapi tidak banyak perusahaan pembiayaan dengan rasio NPF di bawah 1%. 
 
Menurutnya, perusahaan pembiayaan bisa saja tidak menerapkan relaksasi itu karena berisiko tinggi. Kalaupun ada perusahaan pembiayaan yang menerapkan relaksasi tersebut, maka terbatas hanya pada konsumen dengan tingkat risiko rendah. 
 
"Misalnya, perusahaan yang akan memberikan kendaraan untuk karyawannya dengan cara potong gaji. Apapun yang menjadi faktor risiko akan diperhatikan oleh perusahaan pembiayaan," imbuh Suwandi. 

Tag : pembiayaan, ojk
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top