KABAR PASAR 21 AGUSTUS: Industri Semen Berkonsolidasi?, Front Loading Diandalkan

Berita mengenai kemungkinan konsolidasi industri semen serta strategi pembiayaan 2019 menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (21/8/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 21 Agustus 2018 08:49 WIB
Semen Gresik - Antara/Eric Ireng

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai kemungkinan konsolidasi industri semen serta strategi pembiayaan 2019 menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (21/8/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Industri Semen Berkonsolidasi? Isu divestasi 80,6% saham LafargeHolcim Ltd. di PT Holcim Indonesia Tbk. (SMCB) kian santer beredar. Jika terealisasi, hal ini akan menjadi pintu masuk konsolidasi industri semen di Tanah Air. (Binsis Indonesia)

Strategi Pembiayaan 2019, Front Loading Diandalkan. Pemerintah masih akan mengandalkan strategi front loading pada pembiayaan 2019 guna meng antisipasi ketidakpastian dan ge jolak pasar pada tahun depan. (Bisnis Indonesia)

Dorong Minat Pengusaha, Batas Transaksi Swap Diturunkan. Bank Indonesia akan menurunkan batasan pengajuan transaksi swap lindung nilai dari sebelumnya US$10 juta menjadi US$2 juta guna mendorong minat pengusaha memanfaatkan fasilitas FX Swap Hedging, di tengah kondisi pergerakan nilai tukar rupiah saat ini.

Multifinance Cemas. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) merampungkan aturan baru yang hendak dirilis pada bulan ini guna menggairahkan pasar pembiayaan. Salah satu poinnya yakni uang muka minimal 0% untuk kendaraan bermotor. (Bisnis Indonesia)

Sektor Jasa Keuangan Banjir Insentif. Sektor jasa keuangan menjadi sektor yang belanja pajak atau tax expenditures-nya paling tinggi dibandingkan dengan sektor-sektor lainnya. (Bisnis Indonesia)

Transaksi Swap Hedging Dipangkas. Bank Indonesia (BI) terus berupaya mengurangi tekanan terhadap rupiah. Berbagai amunisi terus dimuntahkan, mulai dari intervensi di pasar keuangan menaikkan suku bunga acuan, hingga menghidupkan lagi transaksi swap. (Kontan)

Otoritas Selidiki Indikasi Saham Gorengan. Bursa Efek Indonesia (BEI) melaporkan tiga saham yang terindikasi sebagai saham gorengan pada Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Total saham yang tengah diselidiki saat ini sudah mencapai 21 saham. (Kontan)

Utang Luar Negeri Tumbuh Melambat. Pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS) membuat utang luar negeri (ULN) Indonesia pada akhir Juni 2018 melambat. Bank Indonesia (BI) mencatat, ULN pada akhir kuartal kedua lalu sebesar US$ 355,7 miliar, tumbuh 5,5% year on year (YoY). (Kontan)

Jaga Kesehatan Anggaran, Utang Terus Dipangkas. Pemerintah mengaku terus berupaya menekan penarikan utang tahun ini dan tahun depan. Realisasi utang yang lebih rendah dilakukan demi menurunkan rasio utang. Targetnya:anggaran lebih sehat sehingga pengelolaan anggaran juga lebih mudah. (Kontan) 

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top