AS dan Meksiko Makin Dekati Konsensus dalam Perundingan NAFTA

Amerika Serikat dan Meksiko semakin mendekati konsensus di dalam perundingan renegosiasi Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) kendati masih ada beberapa isu yang belum mendapatkan titik cerah.
Dwi Nicken Tari | 22 Agustus 2018 19:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA – Amerika Serikat dan Meksiko semakin mendekati konsensus di dalam perundingan renegosiasi Pakta Perdagangan Bebas Amerika Utara (NAFTA) kendati masih ada beberapa isu yang belum mendapatkan titik cerah.

Hal itu disampaikan oleh beberapa orang sumber yang mengerti jalannya pertemuan lanjutan renegosiasi NAFTA antara AS dan Meksiko.

“Pertemuan antara AS dan Meksiko selama lima pekan terakhir telah memperlihatkan kemajuan, pesat, termasuk untuk isu aturan mobil. Namun, belum ada kesepakatan yang meluas mengenai perombakan NAFTA secara keseluruhan,” kata dua orang sumber, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (22/8/2018).

Adapun diskusi antara AS dan Meksiko dipandang sebagai pendahuluan penting untuk pertemuan trilateral nantinya dengan Kanada. Pada Selasa (21/8/2018), Politico melapork an dengan mengutip sumber anonim bahwa Presiden AS Donald Trump siap untuk berjabat tangan sebagai tanda bahwa kesepakatan dengan Meksiko telah rampung dalam waktu dekat.

Adapun, kesepakatan bilateral antara AS dan Meksiko yang disetujui dengan jabatan tangan akan menjadi kemajuan yang sangat besar dari renegosiasi NAFTA yang telah berlangsung sejak tahun lalu.

Pasalnya, Trump berulang kali mengancam untuk membawa AS keluar dari pakta yang telah berumur 24 tahun tersebut jika jalannya diskusi tidak sesuai dengan keinginannya. Pasalnya, Trump khawatir defisit perdagangan AS semakin lebar dan cadangan pekerjaan manufaktur AS akan beralih ke Meksiko jika terus mempertahankan aturan NAFTA yang lama.

Delegasi AS pun mengajukan proposal yang membuat Meksiko dan Kanada terpojokkan. AS meminta agar persyaratan konten otomotif regional NAFTA diketatkan dan beberapa produk mobil harus dikerjakan oleh pekerja berupah tinggi—yang membuat Meksiko kesulitan.  

Selain itu, beberapa permintaan AS yang dapat menjadi batu sandungan di dalam pertemuan renegosiasi NAFTA sejauh ini juga masih banyak yang belum disepakati oleh Kanada dan Meksiko.

“Permintaan AS yang sulit disetujui Meksiko dan Kanada itu adalah mengenai pengkadaluarsaan seluruh aturan NAFTA setelah lima tahun (sunset clause) jika renegosiasi ini batal, aturan untuk kontrak pemerintah, dan metode untuk menyelesaikan permasalahan investasi,” imbuh dua orang sumber tadi.

Pejabat anonim dari Kanada menyampaikan negaranya belum mendapatkan kesepakatan apapun terkait hal tersebut dan bahkan beberapa isu masih perlu diperbincangkan lebih lanjut.

Sejauh ini, Kanada masih dikesampingkan dari perundingan NAFTA. Menteri Luar Negeri Kanada Chrystia Freeland yang mewakili Kanada di dalam perundingan NAFTA pun menolak memberikan komentar terkait hal tersebut.

Dalam perkembangan terpisah, Juru Bicara DPR AS Paul Ryan menjelaskan bahwa setiap pemerintahan negara anggora NAFTA perlu memberkan persetujuannya terhadap perombakan NAFTA tersebut. Namun kini, tenggat waktu untuk menyetujui perombakan kesepakatan NAFTA  di Kongres AS telah lewat, sehingga apapun keputusan AS nantinya baru dapat diserahkan ke Kongres AS pada 2019. 

Tag : nafta
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top