BI: Pertumbuhan 5,27% Sulit Terulang Kembali

Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,27% sulit terulang kembali pada dua kuartal terakhir tahun ini. Pasalnya, peningkatan konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya pada kuartal II/2018.
Hadijah Alaydrus | 24 Agustus 2018 12:59 WIB
Ilustrasi: Pertumbuhan ekonomi Indonesia Kuartal II tahun 2018 dalam %. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, MANADO--Pertumbuhan ekonomi Indonesia yang mencapai 5,27% sulit terulang kembali pada dua kuartal terakhir tahun ini.

Pasalnya, peningkatan konsumsi rumah tangga telah mencapai puncaknya pada kuartal II/2018.

Kepala Divisi Asesmen Makro Ekonomi Departmen Kebijakan Ekonomi dan Moneter Bank Indonesia Fadjar Majardi‎ mengatakan pertumbuhan konsumsi 5,14% merupakan yang tertinggi sejak empat tahun terakhir.

Hal ini disebabkan adanya kebijakan pemerintah antara lain tunjangan hari raya (THR) kepada pegawai negeri sipil (PNS) dan belanja sosial di momen Lebaran dan liburan panjang. Selain itu, momen Pilkada turut mendongkrak pengeluaran konsumsi Lembaga Non Profit yang melayani Rumah Tangga (LNPRT). 

Kombinasi itu mendorong pertumbuhan konsumsi yang tinggi. Ini berarti tingginya pertumbuhan ekonomi pada kuartal II disebabkan oleh kegiatan seasonal, bukan fundamental.

"Fundamentalnya tumbuh pelan-pelan sehingga pertumbuhan kuartal selanjutnya tidak akan setinggi ini," papar Fadjar, Jumat (24/8/2018).

Selain itu, pemerintah telah mengucurkan belanja sosialnya di awal tahun. Sekitar 70% dana sosial telah dicairkan oleh pemerintah pada semester I/2018.

"Tidak hanya moneter saja yang front loading, pemerintah juga front loading," tambahnya.

Tag : Pertumbuhan Ekonomi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top