BI Klaim Pelemahan Rupiah Masih Lebih Baik Dibanding Negara Lain

Bank Indonesia (BI) mengklaim pelemahan rupiah lebih baik dari negara lain. Sementara, BI tidak tinggal diam dan terus lancarkan usaha-usaha penguatan kurs.
Rinaldi Mohammad Azka | 24 Agustus 2018 17:23 WIB
Petugas jasa penukaran valuta asing memeriksa lembaran mata uang rupiah dan dollar AS di Jakarta, Senin (2/7/2018). - ANTARA/Puspa Perwitasari

Bisnis.com, JAKARTA - Bank Indonesia (BI)  mengklaim pelemahan rupiah lebih baik dari negara lain. Sementara, BI tidak tinggal diam dan terus lancarkan usaha-usaha penguatan kurs.

Berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor), Jumat (24/8/2018), nilai tukar rupiah terhadap dollar AS mencapai Rp 14.655. Nilai ini menjadi yang terendah sejak 2015.Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo mengatakan dalam menilai pelemahan kurs rupiah terhadap AS tidak dapat melihatnya hanya dari pelemahan kurs saja, tetapi perlu memperhatikan pelemahan yang terjadi antara mata uang lainnya dengan dolar AS.

"Kalau kita lihat masalah stabilisasi nilai tukar jangan lihat rupiahnya sendiri, bandingkan dengan negara lain juga, gonjang ganjingnya kan seluruh dunia kena. Stabilitas nilai tukar kami sampaikan ytd relatif lebih rendah dari negara lain," jelas Perry di Kantor Kemenko Perekonomian, Jumat (24/8/2018).

Menurutnya, tingkat pelemahan nilai tukar relatif terkendali sejak awal tahun pelemahan sekitar 7%. Pelemahan ini lanjutnya, hampir sama dengan pelemahan Filipina, Peso.

"Lebih rendah dari India 9% apalagi dibandingkan dengan South Africa hampir 13,7%, sementara Brasil sekitar 18,2%, Turki bahkan mencapai 40%," ungkap Ferry.

Dia pun mengklaim BI sudah melakukan berbagai langkah stabilisasi. BI baru saja mengambil langkah stabilisasi dengan suku bunga yang dinaikkan 25 basis poin menjadi 5,5% supaya terjadi capital inflow.

"Puji syukur, inflow sudah mulai kembali, pembelian SBN khususnya long term investor sudah mulai masuk, kemudian eksportir menjual dolarnya," ungkapnya.

Selain itu, BI juga memastikan intervensi ganda di pasar spot dan pasar sekunder terus dilakukan untuk menjaga stabilitas. Dia pun mengkhususkan BI pasti melakukan intervensi di pasar SBN (sekunder).

Terakhir, stabilisasi nilai tukar dilakukan dengan memastikan ketersediaan valas terjaga. Terkait hal ini, BI sudah mempermurah swap rate BI dan swap hedging.

"Kita komunikasi dengan korporasi, supaya swap rate tersedia dengan harga murah. Swap rate untuk 1 bulan, closing 4,71% untuk yang satu tahun 4,75%, itu sudah cukup murah," tambah Perry.

 

 

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top