Musim Paceklik, Volatile Food Wajib Dijaga 

Ekonom mengingatkan volatile food akan naik karena musim panen yang sudah lewat dan musibah paceklik di beberapa daerah lumbung padi.
Rinaldi Mohammad Azka | 24 Agustus 2018 19:23 WIB
Petani memanen padi di persawahan Alas Malang, Banyuwangi, Jawa Timur, Rabu (17/1/2018). - Antara/Budi Candra Setya

Bisnis.com,  AKARTA -- Ekonom mengingatkan volatile food akan naik karena musim panen yang sudah lewat dan musibah paceklik di beberapa daerah lumbung padi.

Direktur Eksekutif Core Indonesia Muhammad Faisal mengungkapkan, saat ini volatile food sulit ditahan.

"Volatile food yang sulit ditahan, seperti 2016 porsinya beras, daging dan lainnya terus naik. Musim panen sudah lewat dan paceklik di lumbung padi akan memengaruhi," ujar Faisal kepada Bisnis, Jumat (24/8/2018).

Dengan demikian, lanjutnya, dari sekian banyak komponen inflasi yang krusial itu memang volatile food

Sementara itu, lanjut Faisal, inflasi inti perlu terus didorong karena mencerminkan daya beli.

"Kalau core inflation bukan menahan tapi supaya dia naik, pemerintah menyasar Bansos penambahan gaji PNS, THR itu salah satu upaya dorong core inflation, karena selama ini banyak dipengaruhi menengah atas," paparnya.

Sementara untuk administered price, lanjutnya, pemerintah sudah berkomitmen akan menahan harga, sehingga tidak terlalu berdampak signifikan terhadap inflasi.

"Impor tinggi itu cenderung meningkat kalau tidak ditahan, pemerintah tetap subsidi BBM, harganya sampai sekarang dan pemerintah menambah subsidi walau harga minyak naik terus, tinggal dari pelemahan rupiah, lebih liar dari subsidi BBM," ungkapnya.

Tag : Inflasi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top