Rupiah Melemah, Bauran Kebijakan BI dan Pemerintah Sangat Krusial

Rupiah diperkirakan masih mungkin menembus level pelemahan terbaru hingga akhir tahun. Respon Bank Indonesia dan Pemerintah menjadi sangat krusial.
Rinaldi Mohammad Azka | 27 Agustus 2018 01:32 WIB
Petugas mengangkut tumpukan uang kertas pada bagian pelayanan perkasan Kanto Bank Indonesia - Antara/Moch Asim

Bisnis.com, JAKARTA -- Rupiah diperkirakan masih mungkin menembus level pelemahan terbaru hingga akhir tahun. Respon Bank Indonesia dan Pemerintah menjadi sangat krusial.

Direktur Penelitian Core Indonesia Piter Abdullah menilai kolaborasi kebijakan BI dan Pemerintah menjadi kuncinya.


"[Kondisi saat ini] memang mengkhawatirkan, tapi akan bisa kita lalui dengan selamat kalau BI dan pemerintah bisa sinergi kebijakan guna nenjaga market confidence. Ini kuncinya," ungkapnya kepada Bisnis, Minggu (26/8/2018).

Menurutnya, rupiah masih mungkin untuk menembus level terlemah yang baru sampai akhir tahun ini.

Dia melanjutkan, sumber-sumber tekanan terhadap rupiah masih sangat kuat dan beragam meliputi ketidakpastian global karena perang dagang dan potensi krisis turki, tren kenaikan suku bunga The Fed, serta permasalahan domestik berupa CAD yang melebar dan menyebabkan defisit NPI.

"Kalau pemerintah dan BI tidak bisa merespon dengan baik semua permasalahan ini sangat besar, kemungkinan rupiah terus menembus level terendahnya yang baru," jelasnya.

Piter memperkirakan pekan depan rupiah masih akan bergerak di kisaran Rp14.600. "Pasar yang berekspektasi The Fed menaikkan suku bunga sudah price in pelemahan rupiah," imbuhnya.

Dia melanjutkan, kalau BI tidak merespon dengan tetap hadir di pasar menjaga ketersediaan dolar AS, rupiah menurutnya dapat menembus Rp14.700.

Tag : Gonjang Ganjing Rupiah
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top