Bertemu Anak-Anak Konglomerat, Presiden Jokowi Bicara Peluang Ekonomi

Sejumlah \"generasi kedua\" konglomerat Indonesia menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/8/2018).
Yodie Hardiyan | 27 Agustus 2018 15:46 WIB
Presiden Jokowi bertemu dengan putra-putri konglomerat Indonesia. - Bisnis/Yodie Hardiyan

Bisnis.com, JAKARTA — Sejumlah "generasi kedua" konglomerat Indonesia menemui Presiden Joko Widodo di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/8/2018).

Sejumlah generasi kedua atau putra dari pengusaha kelas kakap Indonesia itu antara lain Anindya Bakrie, Anderson Tanoto, Martin Hartono, Garibaldi Thohir dan sebagainya.

Presiden mengatakan salah satu tantangan yang dihadapi Indonesia adalah defisit transaksi berjalan (current account deficit).

"Ini memang sudah lama sekali yang tidak diperbaiki, saya kira kita akan fokus di sana, termasuk terutama juga di neraca perdagangan," kata Presiden.

Selain transaksi berjalan, Presiden mengatakan tantangan lainnya adalah keseimbangan primer. Presiden mengatakan pemerintah ingin mengatasi tantangan keseimbangan primer itu dalam satu tahun mendatang. Menurutnya, banyak hal yang belum dilakukan oleh pemerintah.

"Misalnya, transaksi berjalan. Contoh saja yang kita hitung. B20, biodiesel 20, kalau bisa berjalan, itu pertama karena harga naik dapat [devisa] US$ 6 miliar, volume naik juga dapat US$5 miliar, dari satu hal dapat [US$] 11 [miliar]. Hal-hal seperti ini yang nggak pernah kita hitung secara detail," kata Presiden.

Di samping itu, Presiden juga menyinggung soal pariwisata. Menurutnya, target pemerintah mendatangkan 17 juta wisatawan dapat tercapai pada akhir 2018. Presiden mengatakan pencapaian Thailand yang mendatangkan 34 juta wisatawan diharapkan dapat disamai oleh Indonesia.

"Saya kira kita juga mampu. Ini memang harus detail, produk diperbaiki, kemasan diperbaiki, dan saya kira ini menjadi PR kita bersama, baik di Kadin pusat maupun di daerah bahwa masih banyak sekali peluang-peluang untuk perbaikan-perbaikan kita lakukan," kata Presiden.

Presiden mengatakan pemerintah tidak ingin kita hanya berkonsentrasi pada pertumbuhan ekonomi. Yang lebih penting, ujarnya, adalah kualitas pertumbuhan ekonomi itu sendiri.

Tag : jokowi, konglomerat
Editor : Stefanus Arief Setiaji

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top