KABAR PASAR 29 AGUSTUS: Bisnis Waralaba Kian Terbuka, 3 Target Utama RAPBN 2019 Jadi Sorotan

Sejumlah berita menjadi menjadi sorotan utama media massa hari ini, Rabu (29/8/2018), di antaranya mengenai rencana pelonggaran regulasi waralapa serta 3 target utama RAPBN 2019 yang menjadi sorotan DPR.
Aprianto Cahyo Nugroho | 29 Agustus 2018 08:58 WIB
Aneka Franchise. - Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Sejumlah berita menjadi menjadi sorotan utama media massa hari ini, Rabu (29/8/2018), di antaranya mengenai rencana pelonggaran regulasi waralapa serta 3 target utama RAPBN 2019 yang menjadi sorotan DPR.

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Bisnis Waralaba Kian Terbuka. Regulasi waralaba dalam empat peraturan menteri perdagangan bakal segera dilonggarkan guna mendongkrak arus investasi dan jumlah pengajuan surat tanda pendaftaran waralaba (SPTW). (Bisnis Indonesia)

3 Target Utama RAPBN 2019 Jadi Sorotan. DPR kembali melaksanakan Sidang Paripurna kedua, membahas Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2019, dengan agenda pembacaan pandangan fraksi-fraksi. Kesepuluh fraksi sepakat melanjutkan pembahasan, tetapi ada tiga indikator target perekonomian yang menjadi sorotan. (Bisnis Indonesia)

BKF dan Bea Cukai Kaji Penambahan Jenis Barang. Selain opsi menaikan tarif PPh impor, pemerintah juga akan menambah jenis barang yang dikenakan PPh impor. Saat ini Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan dan Direktorat Jenderal Bea dan Cukai tengah berkoordinasi untuk memastikan jumlah barang yang ditambahkan sebagai obyek PPh impor. (Bisnis Indonesia)

Pengembangan Pariwisata Dimatangkan. Pemerintah terus mematangkan strategi konkrit dalam hal pengembangan sektor pariwisata di Tanah Air sebagai salah satu upaya untuk terus mendorong peningkatan penerimaan devisa negara. (Bisnis Indonesia)

Awas Sinyal Buruk Kenaikan PPh Impor. Rencana pemerintah merevisi aturan pajak penghasilan (PPh) impor semakin luas. Tak hanya akan menaikkan tarif, Kementerian Keuangan (Kemkeu) juha juga akan menambah produk-produk yang bakal terkena PPh impor. (Kontan)

Laju Kredit Konsumer Bank Akan Melambat. Kredit konsumer merupakan sektor paling sensitif terhadap kenaikan suku bunga. Maka, bagi Anda yang mengambil kredit pemilikan rumah (KPR), kredit kendaraan dan kredit konsumer lain bersiaplah membayar cicilan lebih besar. (Kontan)

Cadangan Devisa Terus Tergerus. Langkah Bank Indonesia (BI) untuk menambah suplai valuta asing (valas) dengan memenangkan lelang forex (FX) swap selama dua pekan ke belakang, dinilai belum akan mampu mendongkrak cadangan devisa. Selain karena nilainya yang relatif kecil, cadangan devisa juga tergerus langkah BI melakukan intervensi rupiah. (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top