KABAR PASAR 30 AGUSTUS: Antrean IPO Makin Panjang, Pemerintah Kejar Kualitas

Berita mengenai panjangnya antrian calon penghuni baru Bursa Efek Indonesia serta pemerintah mengejar kualitas pertumbuhan ekonomi menjadi topik utama media massa pada hari ini, Kamis (30/8/2018).
Aprianto Cahyo Nugroho | 30 Agustus 2018 08:17 WIB
/Ilustrasi

Bisnis.com, JAKARTA – Berita mengenai panjangnya antrian calon penghuni baru Bursa Efek Indonesia serta pemerintah mengejar kualitas pertumbuhan ekonomi menjadi topik utama media massa pada hari ini, Kamis (30/8/2018).

Berikut ringkasan topik utama di sejumlah media nasional:

Antrean IPO Semakin Panjang. Kondisi pasar modal yang dinilai mulai berangsur pulih membuat sejumlah korporasi ingin menjadi penghuni baru Bursa Efek Indonesia (BEI), dengan segera mendaftarkan rencana penawaran umum perdana. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Kejar Kualitas. Pemerintah terus mendorong pertumbuhan ekonomi tidak sekadar angka tetapi juga kualitasnya. Kepala Pusat Kebijakan Ekonomi Makro Badan Kebijakan Fiskal Kementerian Keuangan Adriyanto mengatakan hal itu dilakukan dengan memacu pertumbuhan yang inklusif. (Bisnis Indonesia)

DJP Endus Indikasi Fraud. Sistem informasi di Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak menemukan indikasi penyalahgunaan real time gross setllement (RTGS) untuk kejahatan di sektor keuangan. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Siapkan DAK. Pemerintah telah berkomitmen untuk mengakselerasi pengembangan pariwisata prioritas di sejumlah lokasi di Tanah Air sebagai salah satu upaya menambah devisa negara guna menekan defi sit neraca berjalan saat ini agar tidak semakin melebar. (Bisnis Indonesia)

Pajak Siap Pelototi Transaksi Digital. Upaya Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak Kementerian Keuangan (Kemkeu) mengulik data-data wajib pajak nyaris tanpa berhenti. Selain demi mengejar target penerimaan yang saban tahun naik, upaya mengulik data juga demi untuk rasio pajak (tax ratio) yang baru 11%. (Kontan)

Pelonggaran Beleid Waralaba Picu Pro-Kontra. Aturan main waralaba di Tanah Air bakal kembali mundur ke era sebelum tahun 2012. Pelaku usaha waralaba berskala jumbo bakal diuntungkan dengan rencana revisi empat Peraturan Menteri Perdagangan (Permendag). Namun tidak demikian dengan pelaku usaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). (Kontan)

Kemkeu Beri DAK Nonfisik untuk Genjot Pariwisata. Untuk menggenjot devisa dari sektor pariwisata, Kementerian Keuangan (Kemkeu) menyiapkan anggaran khusus. Anggaran khusus itu akan digelontorkan melalui Dana Alokasi Khusus (DAK) nonfisik yang diberikan ke daerah yang memiliki kawasan pariwisata. "Ini sudah dialokasikan untuk 2019. Ini baru," kata Wakil Menteri Keuangan Mardiasmo di Yogyakarta, Rabu (29/8). (Kontan)

Tag : kabar pasar
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top