AIIB Tawarkan Pinjaman US$1 Miliar kepada Jokowi

Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menawarkan pinjaman dengan plafon mencapai US$1 miliar untuk proyek infrastruktur di Indonesia.
Newswire | 30 Agustus 2018 16:55 WIB
Petugas menata tumpukan uang dolar AS di Cash Center Bank Mandiri, Jakarta, Rabu (18/4/2018)./ANTARA FOTO - Sigid Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA - Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) menemui Presiden Joko Widodo (Jokowi) untuk menawarkan pinjaman dengan plafon mencapai US$1 miliar untuk proyek infrastruktur di Indonesia.

Presiden Jokowi menerima delegasi Asian Infrastructure Investment Bank (AIIB) pada sekitar pukul 08.30 WIB di Istana Kepresidenan Bogor, Kamis (30/8/2018).

Pada kesempatan itu, Presiden Jokowi didampingi sejumlah pejabat di antaranya Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menteri PUPR) Basuki Hadimuljono, Mensesneg Pratikno, dan Seskab Pramono Anung.

Basuki Hadimuljono setelah pertemuan itu mengatakan kedatangan AIIB kepada Presiden lebih merupakan "courtesy call" untuk menjelaskan bagian negara anggota AIIB.

"AIIB komitmen 'promote' dalam rangka bukan hanya pertumbuhan ekonomi satu negara tapi juga investment salah satunya melalui infrastruktur. Dan untuk di 'productive sector'. AIIB ini mem-promote pertumbuhan ekonomi melalui investasi di bidang infrastruktur dan produktif lain seperti manufaktur. Jadi kalau Indonesia punya bahan mentah itu kan langsung diekspor, jadi ini dibantu itu (oleh AIIB) sehingga yang diekspor adalah barang jadi," katanya.

Kemudian, kata Basuki, ke depan AIIB pun menawarkan komitmen senilai US$1 miliar kepada Indonesia sampai akhir tahun ini untuk proyek infrastruktur pariwisata, bandara, hingga hydropower.

"Komitmen menunggu kita. Sampai 2018 mereka siapkan segitu," katanya.

Untuk kepentingan itu, pihaknya telah mengajukan proposal pendanaan untuk sejumlah proyek di antaranya tiga proyek on-going yakni dam operational improvement and safety project (DOISP II) dengan jumlah pinjaman US$125 juta, national slump upgrading project dengan nilai pinjaman US$216,5 juta, dan strategic irrigation modernization and urgent rehabilitation project (SIMURP) dengan jumlah pinjaman US$250 juta.

Semua proyek on going AIIB di Kementerian PUPR disebutkan Basuki merupakan "co-financing" dengan Bank Dunia.

Sementara, proyek yang masuk diusulkan dalam Rolling Plan AIIB (proposed projects) yakni Long Span Bride Development for Selected Area senilai pinjaman US$355 juta, National Road Improvement in Central Kalimantan senilai US$250 juta (dokumen kesiapan sedang disiapkan dengan ESP ADB), The Development of Regional Water Supply System of Jatigede senilai US$140,62 juta (dokumen sedang dalam proses), dan IKK Water Supply Program and Small Water Treatment Plant for Water Scarcity Area dengan nilai pinjaman yang diajukan US$50 juta.

Sumber : Antara

Tag : proyek infrastruktur
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top