KABAR PASAR 31 AGUSTUS: Kedaulatan Finansial Diuji, Ketika Garuda 'Terjepit' Rute Jakarta–London

Berita tentang kebijakan kemandirian sektor keuangan serta penghentian sementara layanan penerbangan langsung rute operasional Jakarta—London menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (31/8/2018).
Renat Sofie Andriani | 31 Agustus 2018 08:13 WIB
Sejumlah pesawat terparkir di Bandara I Gusti Ngurah Rai, Bali, Selasa (20/3/2018). - ANTARA/Wira Suryantala

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang kebijakan kemandirian sektor keuangan serta penghentian sementara layanan penerbangan langsung rute operasional Jakarta—London menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (31/8/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Kedaulatan Finansial Diuji. Kebijakan kemandirian sektor keuangan kembali diprotes oleh otoritas Negeri Paman Sam. Setelah sebelumnya menyoal penerapan Gerbang Pembayaran Nasional, kali ini giliran kewajiban penempatan pusat data perbankan di dalam negeri yang dikritik. (Bisnis Indonesia)

Ketika Garuda 'Terjepit' Rute Jakarta–London. PT Garuda Indonesia (Persero) Tbk. resmi menghentikan sementara layanan penerbangan langsung rute operasional Jakarta—London pulang pergi (PP) per 28 Oktober 2018, hampir setahun sejak diresmikan pada 31 Oktober 2017. Menilik ke belakang, keberhasilan maskapai berkode saham GIAA itu melakukan penerbangan langsung ke Ibu Kota Inggris telah melalui proses panjang. (Bisnis Indonesia)

IPO Dijadwal Ulang. Entitas anak badan usaha milik negara berpeluang absen dalam penawaran umum perdana saham periode semester II/2018 sejalan dengan penundaan eksekusi aksi korporasi tersebut dari tahun ini menjadi 2019. (Bisnis Indonesia)

Sasaran WP Ditentukan. Pemerintah telah menentukan wajib pajak (WP) yang menjadi prioritas penggalian potensi maupun pemeriksaan. Penentuan sasaran tersebut terdapat dalam Surat Edaran Direktur Jenderal (Dirjen) Pajak Nomor SE-15/PJ/2018 tentang Kebijakan Pemeriksaan Pajak. (Bisnis Indonesia)

Stabilitas Keuangan Terjaga. Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menilai stabilitas sektor jasa keuangan dan kondisi likuiditas di pasar keuangan Indonesia masih dalam kondisi solid dan terjaga, di tengah tekanan tinggi yang terjadi di pasar keuangan emerging markets. (Investor Daily)

Berharap Rupiah Tidak Terjun Bebas. Para investor saham perlu berhati-hati. Sentimen negatif pelemahan rupiah berpotensi mempengaruhi gerak Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG). Kemarin, rupiah turun lebih dari 1% kurang dari satu jam ke posisi 14.840. Ini adalah level terendah baru sejak tiga tahun terakhir. (Kontan)

Tag : finansial, garuda indonesia
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top