Core Bolling System 2.0 Permudah Pembayaran Pajak

Peluncuran core billing 2.0 yang merupakan sistem hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dengan Bank Mandiri diharapkan memperbaiki pelayanan pembayaran pajak.
Edi Suwiknyo | 31 Agustus 2018 08:11 WIB
Ilustrasi penagihan pajak. - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA - Peluncuran core billing 2.0 yang merupakan sistem hasil kerja sama antara Direktorat Jenderal (Ditjen) Pajak dengan Bank Mandiri diharapkan memperbaiki pelayanan pembayaran pajak.

Direktur Pelayanan Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Ditjen Pajak Hestu Yoga Saksama mengatakan sistem ini merupakan salah satu bentuk perbaikan pelayanan dalam pembayaran pajak.

Dalam sistem e billing yang saat ini berjalan, proses mendapatkan kode billing dan NTPN dalam sistem e-billing, dilakukan satu-persatu untuk tiap SSP.

"Hal Ini menyebabkan sistem bisa agak lambat ketika pada saat yang sama terjadi kepadatan, misalnya saat akhir/jatuh tempo pembayaran pajak," kata Yoga, Kamis (30/8/2018).

Dalam core billing 2.0, dengan perbaikan modul billing system pada Bank Mandiri ini nanti, prosesnya bisa dilakukan lebih cepat/efisien karena bisa dilakukan secara masif (banyak SSP) pada saat yang bersamaan melalui e-tax bulk uploader.

Sebelumnya Direktorat Jendral Pajak meluncurkan sistem baru dalam melayani pembayaran pajak dengan nama core billing 2.0. Sistem yang dikerjasamakan dengan Bank Mandiri itu ditargetkan dapat menyerap Rp280 Triliun pembayaran pajak.

Wakil Direktur Utama Bank Mandiri Sulaiman Arif Arianto mengungkapkan core billing 2.0 merupakan pengembangan sistem sebelumnya. Pada 2017, Bank Mandiri mengumpulkan penerimaan negara sekitar Rp400 triliun, sebanyak Rp207 triliun penerimaan pajak.

Tag : pajak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top