Presiden Jokowi Panggil Menteri Ekonomi ke Istana

Beberapa menteri dan pejabat yang terlihat hadir di Istana adalah Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.
Amanda Kusumawardhani | 03 September 2018 15:04 WIB
Presiden Joko Widodo (tengah) didampingi Gubernur NTB TGB Zainul Majdi (ketiga kanan) bersama warga korban gempa nonton bareng upacara penutupan Asian Games 2018 di Lapangan Kecamatan Gunungsari, Lombok Barat, NTB, Minggu (2/9). Presiden Jokowi disela kunjungannya ke lokasi gempa menyempatkan diri untuk nonton bareng warga korban gempa upacara penutupan Asian Games 2018. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA--Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah menteri dan pejabat bidang ekonomi ke Istana Merdeka, Senin (3/9/2018).

Beberapa menteri dan pejabat yang terlihat hadir di Istana adalah Menteri Koordinasi Bidang Perekonomian Darmin Nasution, Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo, Ketua Dewan Komisioner OJK Wimboh Santoso, Menteri Keuangan Sri Mulyani, Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman Luhut Panjaitan, dan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita.

Ditanya tujuan pemanggilan oleh Presiden Jokowi tersebut, Menko Darmin Nasution hanya menjawab dirinya juga tidak mengetahui alasan pemanggilan tersebut.

"Saya tidak tahu. Nanti saja setelah rapat," katanya singkat.

Seperti diketahui, kurs rupiah menyentuh posisi Rp14.767 per dolar AS berdasarkan kurs referensi Jakarta Interbank Spot Dollar Rate (Jisdor) hari ini, Senin (3/9/2018).

Data yang diterbitkan Bank Indonesia pagi ini terpantau menempatkan kurs referensi Jisdor di Rp14.767 per dolar AS, melemah 56 poin atau 0,38% dari posisi Rp14.711 pada Jumat (31/8/2018).

Tak hanya itu, Senin (3/9) Badan Pusat Statistik juga merilis data inflasi yang menunjukkan adanya deflasi 0,05% per Agustus 2018, sedangkan inflasi tahunan sebesar 3,2% (year-on-year).

Tag : ekonomi, istana
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top