BPJS Ketenagakerjaan Tempatkan Rp71 Triliun di Pembiayaan Infrastruktur

Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menempatkan sebanyak kurang lebih 50%, setara dengan Rp165 triliun, dari dana kelolaannya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN).
Reni Lestari | 04 September 2018 10:11 WIB
Pekerja berjalan melewati rel kereta api di Jakarta, Selasa (14/3). - JIBI/Dedi Gunawan

Bisnis.com, JAKARTA -- Badan Penyelenggara Jaminan Sosial (BPJS) Ketenagakerjaan menempatkan sebanyak kurang lebih 50%, setara dengan Rp165 triliun, dari dana kelolaannya pada instrumen Surat Berharga Negara (SBN).

Direktur Investasi BPJS Ketenagakerjaan Amran Nasution mengatakan dari alokasi investasi pada SBN, Rp71 triliun di antaranya ditempatkan pada SBN yang digunakan untuk pembangunan infrastuktur. 

Menurutnya, investasi pada infrastruktur yang dilakukan bukan pada penyertaan langsung, sehingga risikonya lebih terjaga. 
 
"Saat ini, kami memang mendukung infrastruktur sebesar Rp71 triliun, tetapi kami masuknya tidak kepada investasi langsung. Kami membeli obligasi negara yang dijamin rate-nya setiap 3 bulan," terang Amran di Jakarta, Senin (3/9/2018). 
 
Hingga Juli 2018, dana kelolaan BPJS Ketenagakerjaan tercatat sebesar Rp333 triliun atau meningkat 15,7% secara tahunan. Sepanjang tahun ini, BPJS Ketenagakerjaan menargetkan dana kelola sebesar Rp 367,88 triliun.

Dari sisi hasil investasi, nilainya sudah menyentuh Rp17 triliun per Juli 2018. Jumlah ini meningkat 13,8% secara year-on-year (yoy).
 
Adapun portofolio investasi BPJS Ketenagakerjaan terdiri atas surat utang 62%, saham 18,5%, deposito 8,5%, reksa dana 10%, dan investasi langsung 1%.
 
Amran melanjutkan seluruh dana kelolaan tersebut berasal dari iuran peserta. Namun, BPJS Ketenagakerjaan juga mendapat Penanaman Modal Negara (PNM) sebesar Rp500 miliar.  

Tag : infrastruktur, bpjs ketenagakerjaan
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top