BI: Defisit Transaksi Berjalan Bisa Lebih Rendah Dari 2,5%

Bank Indonesia optimistis defisit transaksi berjalan pada tahun ini akan lebih rendah dari perkiraan semula yang ditetapkan sebesar 2,5% terhadap PDB.
Hadijah Alaydrus | 04 September 2018 20:29 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo berbicara saat konferensi pers, di Jakarta, Jumat (29/6/2018). - Reuters/Willy Kurniawan

Bisnis.com, JAKARTA--Bank Indonesia optimistis defisit transaksi berjalan pada tahun ini akan lebih rendah dari perkiraan semula yang ditetapkan sebesar 2,5% terhadap PDB.

Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo menegaskan pihaknya memperkirakan nominal defisit transaksi berjalan dapat mencapai US$25 miliar atau lebih tinggi sedikit.

"Kami masih ingin kalkulasi lagi, langkah yang dilakukan pemerintah ini apakah bisa menurunkan dengan cepat," tegas Perry di DPR RI, Selasa (4/9).

Oleh karena itu, BI yakin defisit transaksi berjalan akan lebih rendah dari perkiraan sebesar 2,5% dari PDB.

Salah satu kebijakan pemerintah yang sudah diluncurkan adalah kewajiban penerapan B20 pada 31 Agustus 2018. Menurut Perry, kebijakan ini mampu menurunkan defisit sebesar US$2,2 miliar.

Dari wacana yang telah dibeberkan pemerintah, masih ada tiga kebijakan yang belum direalisasikan yaitu penerapan PPh impor, penegakan TKDN di proyek infrastruktur dan pengendalian impor barang konsumsi.

Sementara itu, kebijakan untuk terus mendorong sektor pariwisata masih dalam proses a.l. melakukan promosi tempat wisata di luar Bali dan membangun infrastruktur pariwisata di beberapa tempat.

Dari sektor pariwisata ini, pemerintah yakin dapat mengeruk devisa hingga US$17,6 miliar pada 2019 dan US$28,5 miliar pada 2024.

Tag : bank indonesia
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top