Harga Komoditas Kerek Pengaruhi Penerimaan Bea Keluar

Terkereknya harga komoditas di pasar global turut mempengaruhi realisasi penerimaan bea keluar sampai dengan akhir Agustus kemarin.
Edi Suwiknyo | 05 September 2018 12:15 WIB
Direktur Jenderal Bea dan Cukai Heru Pambudi

Bisnis.com, JAKARTA - Terkereknya harga komoditas di pasar global turut mempengaruhi realisasi penerimaan bea keluar sampai dengan akhir Agustus kemarin.


Direktur Jenderal Bea dan Cukai Kementerian Keuangan Heru Pambudi mengatakan sampai dengan akhir Agustus lalu realisasi penerimaan bea keluar mencapai 149,42% atau sebesar Rp4,48 triliun.


"Pengaruh dari komoditas khususnya mineral dan batu bara berpengaruh dengan realisasi ini," kata Heru kepada Bisnis, Rabu (5/9/2018).


Meski mencatatkan kinerja positif terhadap penerimaan bea keluar, namun penerimaan Ditjen Bea dan Cukai bukannya tanpa tantangan. Apalagi langkah ekstensifikasi yang direncanakan pemerintah masih terhambat sampai sekarang.


Secara umum penerimaan Ditjen Bea dan Cukai masih berada di angka 55,75% atau Rp108,2 triliun dari target APBN 2018 senilai Rp194,1 triliun.


Selain bea masuk, realisasi penerimaan ini ditopang oleh penerimaan bea masuk yang mencapai Rp25,17 triliun atau 70,5%, cukai Rp78,57 triliun (50,56%).

Tag : Bea Cukai
Editor : Rustam Agus

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top