Ini Dampak Penaikan Tarif PPh Impor Terhadap 1.147 Barang

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 1.147 barang diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi investor dan juga bagi pengembangan industri dalam negeri.
Rinaldi Mohammad Azka | 06 September 2018 09:59 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati (kiri), dan Menteri Perindustrian Airlangga Hartarto berdiskusi di sela-sela konferensi pers penyesuaian tarif PPh impor di Jakarta, Rabu (5/9/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA - Pengendalian 1.147 barang impor diharapkan dapat menekan laju impor sebesar 2% secara year on year (yoy). Dengan demikian penerbitan kebijakan ini diharapkan dapat menjadi sinyal kuat bagi investor bahwa pemerintah tengah memperbaiki defisit transaksi berjalannya.

Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengungkapkan penaikan tarif pajak penghasilan (PPh) impor untuk 1.147 barang diharapkan dapat menjadi sentimen positif bagi investor dan juga bagi pengembangan industri dalam negeri.

"Berdasarkan studi Dirjen Bea Cukai setiap kenaikan 2,5% nilai impor turun 1%. Ini sebenarnya bea masuk, kalau sama dengan bea masuk, implementasi aturan tarif PPh dapat menyebabkan penurunan impor ini diharapkan bisa 2%," jelasnya, Rabu (5/9/2018).

Lebih lanjut dia mengungkapkan kebijakan ini akan meningkatkan harga barang impor di pasar dalam negeri sekitar 15%--20%. Hitungan tersebut berdasarkan kenaikan tarif yang mencapai 7,5% sementara rupiah telah tergerus mencapai 9%.

Dengan demikian dalam jangka pendek dia mengharapkan ada penurunan aktivitas impor barang konsumsi tersebut sehingga permintaan terhadap dolar AS dapat berkurang.

Sebab, nilai impor 1.147 barang tersebut secara keseluruhan pada 2017 sebesar USD6,6 miliar sementara pada 2018 sampai dengan Agustus 2018 mencapai USD5,0 miliar. "Tanpa penyesuaian tarif, nilai impor barang-barang tersebut akan signifikan," jelasnya.

Lebih jauh, dia berharap dengan aktivitas ini defisit neraca transaksi berjalan dapat berkurang, karena adanya dampak surplus.

Di sisi lain, Sri Mulyani tidak menampik adanya dampak terhadap inflasi tetapi dia menilai dampaknya akan lebih rendah. Sayangnya dia tidak merinci seberapa besar angka pengaruhnya terhadap inflasi.

Dia berharap agar industri dalam negeri dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk melakukan ekspansi pasar. Dengan demikian, aktivitas industri dapat lebih bergeliat.

"Kita bijak dan selektif situasi sekarang tidak efektif yang di suasana biasa tak dilakukan, kita berharap industri-industri dalam negeri bisa masuk," imbuhnya.

Tag : pph impor
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top