Bank Sentral Ramu Kebijakan Baru untuk Dana Hasil Ekspor

Bank sentral tengah meramu kebijakan baru untuk membawa pulang dana hasil ekspor, sekaligus membujuk pengusaha agar menukarkannya ke mata uang Garuda.
Hadijah Alaydrus | 06 September 2018 15:45 WIB
Ilustrasi - Bisnis.com

Bisnis.com, JAKARTA--Bank sentral tengah meramu kebijakan baru untuk membawa pulang dana hasil ekspor, sekaligus membujuk pengusaha agar menukarkannya ke mata uang Garuda. 

Kebijakan yang tengah dibahas tersebut adalah special account deposit atau deposito khusus di bank umum dalam negeri yang dipakai untuk menampung DHE. Kebijakan ini dilontarkan Gubernur Bank Indonesia (BI) Perry Warjiyo di DPR RI, Rabu (6/9/2018).

Deputi Gubernur BI Dody Budi Waluyo mengungkapkan rencana penerapan special account deposit belum final pembahasannya. Menurutnya, terlalu dini pula untuk disampaikan detailnya saat ini. 

"Tujuan special deposit account adalah menawarkan simpanan valas bagi dana valas penduduk baik dari DHE dan kegiatan usaha lain," papar Dody, Kamis (6/9/2018).

Referensi kebijakan ini adalah special deposit account yang diterapkan oleh pemerintah India untuk menarik dana residen India di luar negeri. 

"Special deposit account tersebut mendapat special rate agar menarik bagi deposan," ungkap Dody. 

Special deposit account ini juga dapat mempermudah bank sentral untuk menelusuri DHE. Bahkan, Gubernur BI Perry Warjiyo menuturkan dana yang masuk ke special deposit account dimungkinkan untuk mendapatkan insentif fiskal atau insentif dari sisi perbankan. Jika dapat diterapkan, dia berharap hal ini bisa difokuskan untuk ekspor hasil sumber daya alam dari Indonesia. 

Sementara itu, Kepala Riset CORE Indonesia Piter R. Abdullah menuturkan special deposit account bisa menjadi solusi. Namun dengan catatan, eksportir harus tetap dipaksa menukar DHEnya. 

Caranya, pemerintah membuat special deposit account di bank-bank dalam negeri. Nanti melalui special account ini, DHE yang  terkumpul otomatis bisa ditarik ke BI sebagai tambahan cadangan devisa dan sebagian DHE diwajibkan ditukar ke bank umum dalam negeri, BI, dan pemerintah. 

Tentunya, pembelian DHE bisa menggunakan dana pemerintah yang berada di BI atau menggunakan dana bank umum yang ditunjuk. Insentifnya, kata Piter, bisa dalam bentuk harga nilai tukar yang menarik sesuai Jisdor ditambah beberapa basis poin (bps).  

"Kalau special deposit account hanya untuk menyimpan valas ini kurang berani. Kalau menurut saya perlu langkah berani, DHE membantu meningkatkan cadangan devisa karena cadangan devisa yang besar akan memberikan market confidence dan bisa digunakan oleh BI untuk stabilisasi," ujar Piter. 

Pengawasannya, ujar Piter, bisa dibuat sistem tersendiri yang melibatkan pemerintah, BI, dan OJK. 

Tag : ekspor, bank indonesia, dhe
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top