Pengendalian Impor Masih Aman Untuk Sasaran Inflasi

Pengendalian pos tarif impor 1.090 barang konsumsi dinilai tidak akan berdampak besar terhadap indeks harga konsumen.
Hadijah Alaydrus | 06 September 2018 20:08 WIB
Kapal kargo melego jangkar di Selat Madura, Surabaya, Jawa Timur, Sabtu (16/9)./ANTARA FOTO - Didik Suhartono

Bisnis.com, JAKARTA--Pengendalian pos tarif impor 1.090 barang konsumsi dinilai tidak akan berdampak besar terhadap indeks harga konsumen.

Ekonom Indef Bhima Yudhistira menuturkan pengaruhnya terhadap inflasi cukup tipis. Dia memperkirakan inflasi akan mencapai 3,7% pada akhir 2018. 

"Agak melebar tetapi tidak sampai 4% karena BBM subsidi masih ditahan," ujar Bhima, Kamis (6/9).

Dengan demikian, target inflasi pemerintah dan BI yang ditetapkan pada level 2,5%-4,5% pada tahun ini masih cukup aman. 

Adapun, Bhima menilai pengaruhnya akan lebih terasa di konsumsi rumah tangga. Kebijakan ini dapat menekan konsumsi kembali di bawah 5%. Padahal, konsumsi rumah tangga pada kuartal II/2018 mencapai 5,14%. 

Bhima memperkirakan pengaruhnya ke total konsumsi rumah tangga sebesar 3,6%. Dengan simulasi sederhana, pos barang konsumsi yang dikendalikan impornya pada Januari-Agustus 2018 sebesar US$5 miliar atau sekitar Rp74,5 triliun. Sementara itu, konsumsi rumah tangga menurut harga berlaku pada kuartal II/2018 mencapai Rp2.042 triliun. 

"Jadi pengaruhnya sekitar 3,6% ke total konsumsi rumah tangga," ujar Bhima. 

Namun, dia melihat pelambatan di dalam konsumsi rumah tangga akan diimbang oleh realisasi investasi yang lebih baik pada kuartal IV/2018. Dengan demikian, pertumbuhan ekonomi tetap berada di kisaran 5,1% pada akhir tahun ini. 

"Kalau 5,4% [pertumbuhan ekonomi] sih berat," ungkapnya.

Tag : Inflasi
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top