KABAR PASAR 7 SEPTEMBER: Adu Cepat Akuisisi Lahan, BI Siapkan Ramuan Baru

Berita tentang ekspansi lahan oleh sejumlah pengembang serta ramuan kebijakan baru Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (7/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 07 September 2018 08:34 WIB
Gubernur Bank Indonesia Perry Warjiyo menyampaikan paparan saat konferensi pers Rapat Dewan Gubernur Tambahan di Jakarta, Rabu (30/5/2018). - JIBI/Dwi Prasetya

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang ekspansi lahan oleh sejumlah pengembang serta ramuan kebijakan baru Bank Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Jumat (7/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Adu Cepat Akuisisi Lahan. Kendati bisnis properti hingga kini dinilai masih belum membaik, sejumlah pengembang berani melakukan ekspansi lahan dengan menambah bank tanah mereka hingga ribuan hektare. (Bisnis Indonesia)

PHK Mengintai, PNS Banjir Pelamar. Setelah sempat dimoratorium, pembukaan lowongan calon pegawai negeri sipil (CPNS) kembali digeber. Praktis, kabar tersebut terasa bak oasis di gurun pasir bagi para pemburu kerja yang mengidam-idamkan kemapanan hidup sebagai pengabdi negara. (Bisnis Indonesia)

DPR Belum Setuju Asumsi Dasar. Komisi VII DPR belum bersedia menyetujui asumsi dasar sektor energi dan sumber daya mineral untuk RAPBN 2019. Ketua Komisi VII DPR Gus Irawan Pasaribu mengakui masih banyak pertanyaan yang perlu diklarifikasi oleh Kementerian ESDM. (Bisnis Indonesia)

BI Siapkan Ramuan Baru. Bank sentral tengah meramu kebijakan baru untuk membawa pulang dana hasil ekspor, sekaligus membujuk pengusaha untuk menukarkannya ke mata uang Garuda. Kebijakan yang tengah dibahas tersebut adalah special account deposit atau deposito khusus di bank umum dalam negeri yang dipakai untuk menampung DHE. (Bisnis Indonesia)

IHSG dan Rupiah Kompak Rebound. Indeks harga saham gabungan (IHSG) di Bursa Efek Indonesia kompak rebound 1,63% ke 5.776 dan rupiah menguat 0,24% ke 14.891 per dolar AS, Kamis (6/9), di tengah mayoritas bursa Asia masih merah akibat kekhawatiran terhadap emerging markets. (Investor Daily)

Musim Jatuh Tempo Utang. Nilai tukar rupiah masih belum lepas dari tekanan. Memang, kemarin, kurs rupiah sudah kembali menguat. Per pukul 23.22 WIB, kurs spot rupiah menguat 0,06% menjadi Rp14.919 per dolar Amerika Serikat (AS). Permintaan dolar AS cenderung naik menjelang akhir kuartal III dan akhir tahun, lantaran ada pembayaran transaksi internasional dan utang. (Kontan)

Tag : kebijakan bi, properti
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top