OJK Redam Spekulan

Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi mengenai kondisi pasar modal terkini, termasuk perkembangan ekonomi nasional secara makro.
Tegar Arief | 07 September 2018 21:13 WIB
Karyawan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) beraktivitas di ruang layanan Konsumen, Kantor OJK, Jakarta, Senin (23/10). - ANTARA/Akbar Nugroho Gumay

Bisnis.com, JAKARTA - Otoritas Jasa Keuangan (OJK) terus melakukan sosialisasi mengenai kondisi pasar modal terkini, termasuk perkembangan ekonomi nasional secara makro.

Langkah ini dilakukan OJK untuk meminimalisasi adanya spekulan yang memanfaatkan pelemahan nilai tukar rupiah terhadap dollar Amerika Serikat (AS).

"Kami terus meredam spekulan ini dengan melakukan sosialisasi bahwa ekonomi Indonesia masih baik," kata Kepala Eksekutif Pengawas Pasar Modal OJK Hoesen di Bursa Efek Indonesia, Jumat (7/9/2018).

Sasaran dari sosialisasi ini antara lain adalah para investor di pasar modal, termasuk perusahaan efek, asosiasi dana pensiun, manajer investasi, dan seluruh pihak terkait lainnya.

Hoesen menegaskan, seluruh indikator ekonomi secara moneter dam fiskal masih cukup baik.

"Semua indikator-indikator fiskal dan moneter, terutama fiskal saat ini dalam kondisi baik. Data pembandingnya ada," tegasnya.

Salah satu pihak yang digandeng OJK dan Bursa Efek Indonesia (BEI) dalam sosialisasi ini adalah Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan.

Kepala BKF Suahasil Nazara menegaskan bahwa kondisi ekonomi masih cukup baik.

"Kami telah mengomunikasikan mengenai kondisi ekonomi yang sekarang terjadi, bahwa masih ada pertumbuhan, dan komponennya adalah konsumsi, investasi, dan ekspor," ujarnya.

 

 

Tag : ojk
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top