Trump Ancam Tarif Tambahan Impor, China Langsung Bereaksi

Pemerintah China bersiap mengambil kebijakan baru setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan akan menambah tarif impor produk China ke Amerika.
Rayful Mudassir | 10 September 2018 17:59 WIB
Barang impor asal China - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA – Pemerintah China bersiap mengambil kebijakan baru setelah Presiden Amerika Donald Trump mengatakan akan menambah tarif impor produk China ke Amerika.

Pekan lalu, Trump mengatakan dirinya siap memungut pajak tambahan pada hampir semua produk impor AS yang berasal dari China. Hal ini setidaknya akan mengancam penambahan tarif US$267 miliar bagi produk China, di atas tarif semula mencapai US$200 miliar. Jika Trump benar menetapkan kebijakan ini, maka AS memberikan sanksi tarif terhadap China sebesar US$517 miliar.

Total tarif impor yang mencapai US$517 miliar atas barang impor asal China tersebut, telah melebihi impor barang AS tahun lalu sebesar US$505 miliar dari China. Akan tetapi data ekspor resmi China secara mengejutkan bahwa neraca perdangan negara itu tetap memiliki ketahanan, dengan pertumbuhan melebihi ekspektasi sesuai analisis selama lima bulan berturut-turut.

"Jika pihak AS terus-menerus berpegang teguh pada jalurnya dan mengambil langkah tarif baru terhadap China, maka pihak China pasti akan mengambil tindakan penanggulangan untuk secara tegas melindungi hak-hak sah kami," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Geng Shuang seperti dilansir Reutes, Senin (10/9/2018).

Namun Shuang tidak memerinci tindakan apa yang akan dilakukan jika Trump benar-benar menaikkan tarif impor terhadap produk dari Negeri Tirai Bambu tersebut.

Amerika Serikat dan China awalnya telah mengaktifkan tarif tambahan sebesar US$50 miliar dari barang-barang satu sama lain sejak Juli 2018. Tindakan ini disebabkan adanya gesekan perdagangan antara dua negara dengan ekonomi terbesar dunia tersebut. Padahal jalur perundingan sudah dilakukan sebanyak dua kali.

Trump mengkritik surplus perdagangan China atas Amerika Serikat, dan telah menuntut agar Beijing memangkasnya segera surplus tersebut. Ketegangan juga telah melampaui batas akses perusahaan AS ke pasar China, perlindungan hak milik intelektual, transfer teknologi, dan investasi.

Pada Agustus, China juga mengumumkan daftar usulan tarif pembalasan pada produk AS senilai US$60 miliar mulai dari gas alam cair ke beberapa jenis pesawat. Namun kemudian Washington kembali membalasnya dengan mengaktifkan penambahan tarif pada daftar yang ada senilai US$200 miliar.

Tarifnya yang diberikan pada produk asal China mulai dari 5% - 25% dan akan berlaku untuk 5.207 produk. Otoritas China juga telah memberlakukan atau mengusulkan penambahan tarif untuk produk AS senilai US$110. Angka tersebut mewakili sebagian besar impor Amerika, meskipun minyak mentah dan pesawat besar masih belum ditargetkan untuk diberikan penalti.

Sementara itu, barang-barang China yang dilakukan penambahan tarif senilai US$200 miliar di daftar AS mencakup beberapa produk konsumen seperti kamera dan alat perekam, koper, tas, ban, dan penghisap debu, dengan tarif tambahan mulai dari 10% -25%. Produk China lainnya seperti telepon seluler yang merupakan impor AS terbesar dari China akan berdampak jika Trump benar-benar menaikan penambahan tarif senilai  US$267 miliar.

Sumber : Reuters

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Fajar Sidik

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top