Boeing Sematkan Outlook Optimistis Terhadap Pasar Penerbangan China

Boeing Co. memberikan outlook yang optimistis untuk pasar penerbangan China. Negeri Panda diperkirakan dapat menjadi pasar aviasi terbesar di dunia dalam waktu dekat.
Dwi Nicken Tari | 11 September 2018 19:26 WIB
Logo perusahaan produsen pesawat terbang Boeing - Reuters/Lucy Nicholson

Bisnis.com, JAKARTA — Boeing Co. memberikan outlook yang optimistis untuk pasar penerbangan China. Negeri Panda diperkirakan dapat menjadi pasar aviasi terbesar di dunia dalam waktu dekat.

Boeing Co. memperkirakan bahwa China memerlukan sebanyak 7.690 unit pesawat terbang baru yang senilai US$1,2 triliun dalam dua dekade ke depan. Adapun perkiraan tersebut naik 6% ketimbang proyeksinya setahun yang lalu.

Perusahaan yang berbasis di Chicago itu juga memperkirakan China memerlukan sebanyak 5.730 unit pesawat berbadan sempit, yang berkontribusi atas 75% dari total seluruh pengiriman baru Boeing dalam dua dekade ke depan,

Sementara itu, Negeri Panda juga diperkirakan membutuhkan 1.620 unit pesawat berbadan lebar yang besarnya tiga kali lipat dari armada yang ada saat ini.

“Sejauh ini, China memiliki 15% armada pesawat terbang komersial di dunia, dan akan bertambah menjadi 18% pada 2037,” tulis Boeing, seperti dikutip Bloomberg, Selasa (11/9/2018).

Randy Tinseth, Wakil Presiden Marketing Boeing, menjelaskan bahwa pertumbuhan kelas menengah di China merupakan pendorong untuk aktivitas perjalanan udara di sana.

“Masa depan aviasi komersil di China sangat mendebarkan,” katanya melalui pernyataan.

Namun, outlook tersebut dapat terancam jika Presiden AS Donald Trump merealisasikan ancaman-ancaan tarifnya untuk ekspor asal China. Pasalnya, tarif tersebut akan memicu tarif balasan dari China yang dapat mengganggu “penumpang Boeing”. 

Adapun China yang nilai perekonomiannya mencapai US$12,2 triliun tersebut memang merupakan sumber penumpang pesawat terbesar di dunia. China pun telah menjadi pasar yang sangat krusial baik bagi Boeing maupun kompetitornya, Airbus SE.

Menurut data yang dihimpun Bloomberg, China juga berkontribusi atas 13% revenue yang didapatkan oleh Boeing pada tahun lalu.

Di dalam peperangan memperebutkan pasar China, yang disebut oleh International Air Transport Association dapat mengalahkan AS dan menjadi pasar aviasi nomor satu di dunia dalam empat tahun ke depan, Boeing telah berhasil mempertahankan kedudukan di sana melampaui Airbus.

Kendati China memang dikabarkan bakal terus membalas setiap tarif yang dikenakan AS, sejauh ini masih belum jelas apakah Presiden China Xi Jinping juga akan menargetkan penumpang pesawat.

Sebelumnya, pada April, China sempat mengajukan proposal untuk mengenakan tarif sebesar 25% untuk model Boeing 737 generasi lama, yang tidak terlalu banyak diproduksi oleh Boeing. Namun, ancaman itu tinggal ancaman sampai sekarang.

Tag : boeing, ekonomi china
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top