SMF Berencana Naikkan Plafon KPR Multifinance Hingga Rp700 Juta

PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) berencana menaikkan plafon Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dikerjasamakan dengan perusahaan multifinance hingga Rp700 juta.
Reni Lestari | 12 September 2018 08:19 WIB
Pekerja mengerjakan pembangunan salah satu perumahan mewah di Ungaran, Kabupaten Semarang, Jawa Tengah, Senin (15/1). - ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra

Bisnis.com, JAKARTA -- PT Sarana Multigriya Finansial (Persero) berencana menaikkan plafon Kredit Pemilikan Rumah (KPR) yang dikerjasamakan dengan perusahaan multifinance hingga Rp700 juta.

Direktur Sarana Multigriya Finansial (SMF) Heliantopo mengatakan kebijakan penaikan plafon tersebut akan mempertimbangkan risiko, daya beli, hingga kendala yang dihadapi perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan KPR. 
 
"SMF berusaha memenuhi [kebutuhan plafon KPR multifinance), tetapi bertahap. Nanti kami lihat dan evaluasi, jadi menyesuaikan dengan kondisi di lapangan yang dihadapi multifinance," tuturnya, Senin (10/9). 
 
Sebelumnya, plafon yang ditetapkan SMF bagi multifinance penyalur KPR yakni Rp350 juta. Pada Juli 2018, muncul kebijakan baru untuk menaikkan plafon tersebut menjadi Rp500 juta.

Kebijakan penaikan plafon tersebut diakui turut dipengaruhi permintaan pasar. Pasalnya, saat ini sulit untuk menemukan rumah seharga Rp350 juta di wilayah Jakarta dan sekitarnya untuk dibiayai dengan skema KPR.   
 
"Sebetulnya, kriteria SMF itu memang untuk multifinance ini bertahap. Pertama, Rp350 juta, sudah nyaman. Lalu, saat ini kebutuhan market di kisaran Rp500 juta," terang Heliantopo. 
 
SMF telah menjalin kerja sama dengan enam perusahaan pembiayaan dalam menyalurkan KPR. Dia menyatakan perseroan menargetkan penambahan dua mitra multifinance hingga akhir tahun.

Dengan demikian, pada akhir 2018, SMF akan memiliki delapan mitra multifinance dalam menyalurkan KPR. 
 
Sementara itu, baru-baru ini SMF menjalin kerja sama dengan PT BRI Finance untuk menyalurkan KPR bagi karyawan Perusahaan Umum Jaminan Kredit Indonesia (Perum Jamkrindo). Dengan kerja sama tersebut, karyawan Jamkrindo akan difasilitasi KPR dengan plafon maksimal sebesar Rp700 juta. 
 
Selain plafon pembiayaan maksimal sebesar Rp700 juta, para karyawan yang memanfaatkan fasilitas ini bisa memilih kepemilikan bangunan yang diinginkan, baik rumah tapak siap huni atau rumah susun siap huni.

Karyawan juga dibebaskan memilih mengajukan pembiayaan untuk bangunan di mana saja yang ada di Indonesia. Prosesnya pun diklaim akan lebih mudah dibandingkan melalui skema potong gaji oleh perusahaan. 
 
"Dengan adanya kerja sama ini kebutuhan perumahan bagi karyawan kini dapat terpenuhi. Kami optimistis hal ini akan memberikan dampak positif bagi kinerja perusahaan," kata Direktur Utama Perum Jamkrindo Randi Anto. 
 
Dalam kesempatan yang sama, Direktur Utama SMF Ananta Wiyogo mengungkapkan penyaluran KPR Karyawan Jamkrindo merupakan wujud sinergi BUMN dan merupakan pilot project yang pertama.
 
"Melalui kerja sama ini, kami berharap selanjutnya produk ini dapat diaplikasikan juga dengan berbagai pihak sehingga memungkinkan berbagai pihak dapat mewujudkan kepemilikan rumah yang layak dan terjangkau," ucapnya.
 

Tag : kpr, smf
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top