NOMURA HOLDINGS: Indonesia Termasuk Negara Berisiko Terendah Terkena Risiko Krisis

Di dalam analisis terbaru dari Nomura Holdings Inc., terdapat tujuh negara berkembang yang berisiko terkena krisis nilai tukar, yaitu Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Turki, dan Ukraina.
Dwi Nicken Tari | 12 September 2018 14:15 WIB

Bisnis.com, JAKARTA—Di dalam analisis terbaru dari Nomura Holdings Inc., terdapat tujuh negara berkembang yang berisiko terkena krisis nilai tukar, yaitu Sri Lanka, Afrika Selatan, Argentina, Pakistan, Turki, dan Ukraina.

 

Adapun lima dari tujuh negara tersebut kini sudah berada di dalam krisis keuangan atau mendapatkan dana talangan dari Dana Moneter Internasional (IMF), kecuali Afrika Selatan dan Pakistan.

 

Sementara itu, delapan negara yang memiliki risiko terendah terkena krisis adalah Brazil, Bulgaria, Indonesia, Kazakhstan, Peru, Filipina, Rusia, dan Thailand.

 

“Ini merupakan hasil yang penting. Sebab investor lebih fokus kepada risiko emerging market, penting untuk tidak menilai emerging market sebagai kesatuan; Damocles menggarisbawahi daftar panjang negara-negara yang memiliki risiko rendah terkena krisis,” tulis analis Nomura, termasuk Robert Subbaraman, seperti dikutip Bloomberg, Rabu (12/9/2018).

 

Adapun penemuan Nomura tersebut didasari oleh model peringatan awal—disebut Damocles—dibuat untuk mengidentifikasi krisis nilai tukar untuk 30 negara emerging market.

 

Model tersebut menggunakan berbagai faktor, di antaranya cadangan devisa, tingkat utang, tingkat suku bunga, dan impor.

 

Nomura telah menggunakannya untuk memprediksi—dalam 12 bulan sebelumnya—sebanyak dua per tiga dari 54 negara berkembang yang krisis nilai tukar sejak 1996.

 

“Ini merupakan hasil yang melegakan, tapi mengingat adanya keterbatasan di dalam setiap sistem peringatan awal, kita tidak boleh terlalu puas,” tulis Nomura. 

Tag : emerging market
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top