Pemerintah Tak Akan Sembarangan Kejar Peningkatan Penerimaan Pajak

Pemerintah mengungkapkan masih ada ruang bagi peningkatan penerimaan pajak sebab rasio pajak saat ini masih 11% dari PDB. 
Rinaldi Mohammad Azka | 14 September 2018 19:13 WIB
Menteri Keuangan Sri Mulyani memberikan paparan dalam konferensi pers terkait APBN di Jakarta, Selasa (17/7). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah mengungkapkan masih ada ruang bagi peningkatan penerimaan pajak sebab rasio pajak saat ini masih 11% dari PDB. 

Meski demikian, hal ini tidak menjadikan pemerintah serta merta sembarangan mengejar wajib pajaknya.

Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani Indrawati menyebutkan penerimaan negara tumbuh 18,4% hingga September 2018.

"Pertumbuhan ekonomi semester I/2018 sebesar 5,17% dan inflasi 3,2%. Berarti lebih tinggi dari pertumbuhan ekonomi Indonesia secara riil dan nominal penerimaan kita itu," jelasnya, Jumat (14/9/2018).

Sementara itu, penerimaan pajak tercatat sebesar 16,5% sampai awal September 2018. Tahun lalu, pertumbuhan penerimaan pajak hanya 9,5%.

Walaupun menunjukkan adanya pertumbuhan yang signifikan, penerimaan pajak Indonesia dinilai masih kecil dibanding kue ekonominya, yakni masih di bawah 12%. 

"Negara tetangga di atas 16%. Walau bertumbuh, tapi masih rendah," ujar Sri Mulyani.

Pemerintah mengklaim akan terus menjaga pertumbuhan supaya rasio pajak dapat meningkat. Namun, usaha tersebut tetap akan dibarengi dengan transparansi dan akuntabilitas.

"Pokoknya kalau ada petugas pajak yang sewenang-wenang laporkan ke saya," tegas Menkeu.

Tahun ini, pemerintah melalui Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menargetkan penerimaan pajak senilai Rp1.424 triliun. 

Tag : pajak, sri mulyani
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top