RI Inisiasi Isu Pengembangan Keuangan Syariah di Annual Meeting IMF-WB

Indonesia akan menginisiasi keuangan syariah pada pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) 2018 pada Oktober mendatang di Bali.
Puput Ady Sukarno | 14 September 2018 02:18 WIB
Kantor pusat International Monetary Fund (IMF) di Washington, AS. - Reuters/Yuri Gripas

Bisnis.com, JAKARTA – Indonesia akan menginisiasi pengembangan Islamic social finance atau keuangan sosial syariah pada pertemuan tahunan International Monetary Fund dan World Bank (IMF-WB) 2018 pada Oktober mendatang di Bali.

Pasalnya, keuangan sosial syariah sat ini dinilai memiliki potensi yang sangat besar untuk dapat meningkatkan perekonomian negara-negara di dunia.

Kepala Departemen Ekonomi dan Keuangan Syariah Bank Indonesia, Muhammad Anwar Bashori menerangkan bahwa yang dimaksud keuangan sosial syariah tersebut adalah seperti yang adalah zakat, infak, sedekah, dan wakaf atau yang akrab disebut ziswaf.

"Di sana [Annual Meeting IMF-WB 2018 di Bali] nanti kita me-mainstream-kan Islamic sosial financial," tuturnya pada Kamis (13/9/2018).

Menurutnya, pengembangan keuangan sosial syariah seperti wakafat, infak, sedekah tersebut perlu diakui posisinya dalam ranah internasional sebagai instrumen keuangan yang memiliki potensi untuk mendorong kemajuan ekonomi.

Dia mengakui saat ini sudah terdapat beberapa negara yang juga mengembangkan keuangan syariah, misalnya wakaf seperti di Kuwait dan Malaysia. Akan tetapi, menurutnya, pengembangannya masih parsial.

Oleh sebab itu, momen pertemuan yang dihadiri otoritas keuangan seluruh dunia itu, dengan lebih dari 2.000 agenda pembahasan perekonomian itu, Indonesia ingin menginisiasinya agar dapat dijadikan acuan dunia.

Pada kesempatan itu juga Indonesia berencana meluncurkan inisiatif dalam bentuk produk keuangan syariah yang produknya menghubungkan instrumen keuangan sukuk dengan wakaf.

Saat ini produknya masih dalam tahap pengembangan, oleh Bank Indonesia bekerja sama dengan sejumlah institusi lain, seperti Badan Wakaf Indonesia, Dewan Syariah Nasional, dan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), terkait dengan legalitas dan manajemen risikonya.

Dia berharap bahwa Indonesia sebagai negara Muslim yang besar, bisa menjadi yang terdepan dalam pengelolaan keuangan syariah di dunia ini.

"Dalam diskusi tingkat tinggi, kita ingin mengupayakan bagaimana dana sosial syariah ini menjadi bagian dari inisiatif global," tuturnya.

Sementara itu, Kepala Satgas IMF-WB 2018, Peter Jacobs, menambahkan Indonesia adalah negara pertama yang mengusung keuangan syariah masuk dalam topik utama pertemuan IMF dan World Bank.

"Pertemuan ini menjadi acara pertama yang membahas ekonomi syariah dan finance. Ke depan tentu ini menjadi referensi ketika kita bicara ekonomi dan syariah," ujarnya.

Tag : annual meeting IMF-World Bank
Editor : M. Syahran W. Lubis

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top