Pajak Tar Lebih Efektif

Pengenaan pajak kandungan tar rokok dinilai lebih efektif dalam mendorong upaya menekan konsumsi rokok tembakau. 
Hadijah Alaydrus | 16 September 2018 15:01 WIB
Ilustrasi penagihan pajak. - Istimewa

Bisnis.com, MANILA--Pengenaan pajak kandungan tar rokok dinilai lebih efektif dalam mendorong upaya menekan konsumsi rokok tembakau. 

Pembina Asosiasi Vapers Indonesia (AVI) Dimasz Jeremia ini akan menjadi terobosan pertama di dunia jika pemerintah berani menerapkan pajak terhadap kandungan tar di dalam rokok tembakau. 

"Selama ini, puluhan tahun, belum ada pemerintah yang melakukan breakthrough bahwa kalau kita menaruh pajak ke kandungan tar. Semakin tinggi tar-nya, semakin tinggi pajaknya," ungkap Dimasz yang aktif dalam Koalisi Indonesia Bebas Tar (KABAR), Jumat (14/9). 

Dengan demikian, produsen rokok akan terus melakukan inovasi untuk mencari produk rokok dengan kandungan tar yang rendah. Menurutnya, tar adalah kandungan rokok yang sebenarnya lebih berbahaya dibandingkan nikotin. Jika langkah ini bisa dilakukan pemerintah, hasilnya akan lebih besar dibandingkan sekedar menerapkan pajak atau cukai seperti yang dijalankan saat ini. 

Dosen Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Padjadjaran Satriya Wibawa Suhardjo menuturkan orang merokok untuk nikotin. Namun, senyawa yang memicu berbagai penyakit kronis adalah tar. 

"Dan pilihan yang paling baik bagi perokok utamanya adalah berhenti," ujarya. Nyatanya, tidak semua perokok bisa berhenti sehingga rokok alternatif bisa menjadi solusi. Inilah yang memerlukan dukungan dari pemerintah. 

Menurutnya, perlakuan pajak yang berbeda untuk mendorong perokok beralih ke produk alternatif diperlukan sehingga konsumen bisa membuat keputusan berdasarkan informasi yang diterima. 

Tar sendiri adalah senyawa kimia yang terkandung dalam asap hasil pembakaran. Senyawa ini biasa ditemukan dalam kandungan batu bara dan minyak bumi. 

Tag : pajak
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top