BNI Bagikan 1 Juta ATM Berlogo Garuda Merah

PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan untuk mendistribusikan 3 juta keping kartu yang terintegrasi dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Hingga awal September 2018 realisasi kartu mencapai 1 juta keping yang disebar ke 1.900 outlet.
Muhammad Khadafi | 17 September 2018 22:40 WIB
Istimewa

Bisnis.com,  JAKARTA –PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk. menargetkan untuk mendistribusikan 3 juta keping kartu yang terintegrasi dengan Gerbang Pembayaran Nasional (GPN). Hingga awal September 2018 realisasi kartu mencapai 1 juta keping yang disebar ke 1.900 outlet.

Wilayah DKI Jakarta menjadi kontributor tertinggi nasabah yang telah menukarkan kartu menjadi GPN. Hal itu disebabkan oleh 70% nasabah, terutama yang aktif bertransaksi berada di Ibu Kota.

“Walaupun masih kecil [jumlah kartu GPN], kami harapkan mereka aktif transaksi. Ini menjadi tantangan kami juga untuk mendorong mereka transaksi dengan GPN,” Vice President Product Management Division BNI J. Donny Bima Herjuno kepada Bisnis, abelum lama ini.

Secara rata-rata, total transaksi kartu debit BNI melalui mesin electronic data capturing (EDC) mencapai Rp1,5 triliun. Jumlah tersebut mewakili 500.000 transaksi yang dilakukan oleh nasabah.

Donny menyampaikan bahwa kuartal terakhir 2018 akselerasi distribusi kartu GPN akan dipercepat. Dia optimistis dengan segala program kampanye yang akan dilakukan dapat mewujudkan target 3 juta keping.

Kendati demikian, bisa dibilang membujuk nasabah untuk menukar kartu dengan yang berlogo nasional tidak mudah. Pasalnya satu kelemahan GPN yang sering dikhawatirkan nasabah adalah tidak dapat digunakan di luar negeri.

“Kami petakan nasabah, yang kita dorong konversi ke GPN adalah nasabah yang secara behavior transaksi jarang di luar negeri,” ujar Donny.

Nasabah premium seperti Emerald belum menjadi prioritas. Nasabah dengan komposisi penempatan dana minimal Rp5 miliar ini adalah orang-orang yang memiliki kebutuhan tinggi untuk transaksi di luar negeri.

Saat ini BNI memiliki sekitar 23 juta nasabah. Sekitar 70% di antaranya adalah nasabah yang potensial untuk didorong mengonversi kartu ke GPN.

Satu strategi BNI untuk menarik minat 70% nasabah itu adalah secara konsisten ikut dalam kampanye GPN ke seluruh Indonesia bersama BI. Di lain kesempatan, BNI selalu menyuarakan manfaat GPN di sela-sela acara perseroan baik yang hanya melibatkan internal maupun masyarakat umum.

Dalam jangka panjang, BNI memiliki target lebih kurang serupa dengan BI. Pada 2022, perseroan akan memastikan seluruh nasabah yang memiliki kartu ATM dan kartu debit harus memiliki paling sedikit satu kartu berlogo nasional. Hal itu tertuang di dalam Pasal 43 Peraturan Anggota Dewan Gubernur Nomor 19/10/PADG/2017.

Sebelumnya Direktur Eksekutif Departemen Elektronifikasi dan GPN Bank Indonesia Pungky P. Wibowo mengatakan seluruh transaksi menggunakan kartu debit di dalam negeri, baik yang sudah berlogo garuda atau belum, tetap diproses oleh lembaga swithcing GPN.

Hanya saja penukaran kartu akan memberikan efisiensi terhadap bank karena tidak perlu membayar biaya logo prinsipal asing yang selama ini ada terpasang pada setiap kartu debit.

Per awal Agustus 2018 sebanyak 10%—15% nasabah di dalam negeri sudah menukarkan kartu dengan yang berlogo garuda. Saat ini tercatat kartu debit yang diterbitkan sebanyak 173 juta keping. 

“Targetnya satu nasabah satu [kartu GPN]. Itu total kartu debit yang diterbitkan [173 juta keping] bisa dari satu nasabah yang punya lebih dari satu kartu ATM,” kata Pungky.

Tag : bni
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top