KABAR PASAR 18 SEPTEMBER: Mengejar Surplus Akhir Tahun, Tantangan Besar Garap Tambang Bawah Freeport

Berita tentang optimisme membaiknya neraca perdagangan serta tantangan yang dihadapi Inalum setelah mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (18/9/2018).
Renat Sofie Andriani | 18 September 2018 08:21 WIB
Area tambang terbuka PT Freeport Indonesia di Timika, Papua. - Antara

Bisnis.com, JAKARTA – Berita tentang optimisme membaiknya neraca perdagangan serta tantangan yang dihadapi Inalum setelah mengakuisisi 51% saham Freeport Indonesia menjadi sorotan media massa hari ini, Selasa (18/9/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Mengejar Surplus Akhir Tahun. Implementasi sejumlah kebijakan seperti pengenaan PPh barang impor dan program bauran bahan bakar B20 serta tren penurunan defisit ekspor impor membuat pemerintah optimistis neraca perdagangan akan membaik dan kembali surplus pada akhir tahun. (Bisnis Indonesia)

Tantangan Besar Garap Tambang Bawah Freeport. PT Inalum (Persero) bakal menghadapi berbagai tantangan setelah mengakuisisi 51% saham PT Freeport Indonesia (PTFI). Selain membutuhkan investasi cukup besar, tambang bawah tanah juga membutuhkan teknologi dan manajemen operasi yang cukup rumit. (Bisnis Indonesia)

Penerbitan Obligasi Marak. Tingginya biaya penerbitan alias cost of fund tidak menghalangi perusahaan untuk menghimpun pendanaan melalui penerbitan surat utang atau obligasi. (Bisnis Indonesia)

Pemerintah Tawarkan 79 Proyek. Pemerintah akan menawarkan 79 proyek dari 22 BUMN kepada investor internasional dalam agenda pertemuan tahunan International Monetary Fund (IMF)- World Bank (WB) 2018. Nilai total proyek tersebut mencapai US$86,1 miliar dengan investasi yang ditawarkan sebesar US$42 miliar. (Bisnis Indonesia)

Lebih Tahan Banting Optimalkan Ritel. Lelang obligasi negara ritel kembali laris manis. Hasil penjualan saving bon ritel (SBR) seri 4 atawa SBR004 mencetak oversubscribed 4,9 kali dari target awal yang hanya Rp1,49 triliun. Alhasil, pemerintah dapat menyerap Rp7,32 triliun. (Kontan)

Pertemuan Bali Berdampak Positif terhadap Rupiah. Pertemuan Tahunan IMF dan Bank Dunia di Bali, 9-15 Oktober 2018, berdampak positif terhadap ekonomi Indonesia, termasuk penguatan rupiah. Para pemimpin negara maju diharapkan mengambil keputusan yang mampu mengurangi risiko yang diderita negara-negara emerging market. (Investor Daily)

Tag : Neraca Perdagangan, Freeport
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top