Pemerintah Bakal Tekan Impor 2019 ke Level 7,1%

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyebut risiko global masih akan memengaruhi neraca perdagangan pada tahun depan.
Edi Suwiknyo | 18 September 2018 14:53 WIB
Impor Indonesia selama Semster I tahun 2018. - Bisnis/Radityo Eko

Bisnis.com, JAKARTA - Kepala Badan Kebijakan Fiskal (BKF) Kementerian Keuangan Suahasil Nazara menyebut risiko global masih akan memengaruhi neraca perdagangan pada tahun depan.

Walau demikian, pemerintah masih sangat cukup optimistis dengan berbagai macam kebijakan yang telah ditempuh, neraca perdagangan yang selama tahun ini dominan defisit, bisa pulih.

"Ekspor kita tumbuh cukup baik, tetapi impor pertumbuhannya memang lebih besar dibandingkan dengan ekspor," kata Suahasil di Badan Anggaran DPR, Selasa (18/9/2018).

Sebagai konsekwensi dari kondisi tersebut, lanjut Suahasil, pemerintah memperoyeksikan bahwa pertumbuhan impor pada tahun ini kemungkinan akan berada pada kisaran 11,5%. Namun demikian, dengan berbagai kebijakan yang diterapkan pemerintah terkait pengendalian impor, tahun depan pertumbuhan impor bisa ditekan pada kisaran 7,1%.

"Kalau dilihat meningkatnya impor, meski semester I/2018 pertumbuhan ekonomi mencapai 5,17%, tetapi tekanan di neraca pembayaran mulai terasa," jelasnya.

Sebelumnya, Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat neraca perdagangan Indonesia pada Agustus 2018 mengalami defisit US$1,02 miliar.

Defisit ini lebih rendah dibandingkan dengan defisit US$2,03 miliar pada Juli 2018.

Nilai defisit ini disebabkan oleh dari posisi neraca ekspor yang tercatat sebesar US$15,82 miliar atau lebih rendah dibandingkan dengan nilai neraca impor sebesar US$16,84 miliar.

Tag : impor
Editor : Achmad Aris

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top