Reliance Siap 'Adang' Keinginan Setiawan Ichlas Kendalikan Bank BKE

Keinginan pengusaha Setiawan Ichlas untuk menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Kesejahteraan Ekonomi melalui PT Danadipa Artha Indonesia tampaknya tidak mudah. Pasalnya, pemegang saham existing hendak mempertahankan porsi kepemilikan di bank itu. Bahkan, beberapa siap menambah porsi kepemilikan.
Muhammad Khadafi | 19 September 2018 10:25 WIB
Jejak Setiawan Ichlas di Pasar Finansial

Bisnis.com, JAKARTA – Keinginan pengusaha Setiawan Ichlas untuk menjadi pemegang saham mayoritas PT Bank Kesejahteraan Ekonomi melalui PT Danadipa Artha Indonesia tampaknya tidak mudah. Pasalnya, pemegang saham existing hendak mempertahankan porsi kepemilikan di bank itu. Bahkan, beberapa siap menambah porsi kepemilikan.

Saat dikonfirmasi Bisnis, para pemegang saham eksisting rata-rata berminat untuk mengambil hak dalam penawaran saham terbatas dengan skema hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD).

“Kalau ditanya minat, ya kami minat. Pokoknya kami komitmen untuk menambah saham di Bank BKE,” kata Sekretaris Perusahaan PT Reliance Sekuritas Indonesia Erry TP Hidayat kepada Bisnis, Selasa (18/9/2018).

PT Reliance Sekuritas Indonesia merupakan salah satu pemegang saham Bank BKE dengan kepemilikan sebesar 20,55%.

Menurut Erry, perseroan melihat ada potensi positif dari investasi di Bank BKE. Bank dengan modal inti kurang dari Rp1 triliun itu, sambungnya, bermain di pasar yang spesifik dan tahan resesi ekonomi.

“Masalah mereka itu cuma permodalan. Dari OJK [Otoritas Jasa Keuangan] kan juga minta ditingkatkan modalnya,” tuturnya.

Begitu pula dengan PT Taspen (Persero) yang sebelumnya dikabarkan tidak berniat untuk mengambil haknya. Taspen tercatat memiliki 9,93% saham di Bank BKE.

“Kalau [Bank BKE] rights issue kami akan ambil sesuai dengan hak kami,” kata Direktur Investasi Taspen Iman Firmansyah saat dihubungi Bisnis.

Menurut dia, wajar saja Setiawan berambisi menguasai Bank BKE melalui Danadipa. Selama 2—3 tahun ke belakang, neraca keuangan bank yang fokus pada nasabah koperasi itu membaik. “Kami berharap Pak Setiawan masuk, [tapi] kami tidak terdelusi,” tambah Iman.

Sementara itu, pemilik PT Recapital Advisors Rosan Roeslani belum memberikan komentar hingga berita ini diturunkan. Recapital tercatat memiliki 19,68% saham di Bank BKE.

Nama Setiawan Ichlas belakangan ini mencuri perhatian publik karena membeli sebagian saham Bank BKE melalui Danadipa. Seperti diketahui, Setiawan bukan nama baru di pasar modal. Dia sempat menjadi buah bibir pada 2017 karena memborong saham Minna Padi hingga mencapai 14,37%.

Kemudian, dia kembali tenar terkait dengan rencana pembelian saham PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. pada tahun yang sama. Minna Padi berkomitmen menjadi pembeli siaga penawaran saham terbatas senilai Rp4,5 triliun.

Uang sebanyak Rp1,7 triliun sempat disetorkan kepada rekening penampung sebagai bentuk keseriusan. Namun, tencana itu kandas di tangan otoritas pada awal tahun ini. OJK menolak mengakui setoran awal karena tidak mendapatkan informasi sumber dana dengan jelas.

AMBISI SETIAWAN

Ambisi Setiawan pun untuk memiliki bank tidak surut. Dia kemudian membeli 21% saham Bank BKE yang dimiliki Induk Koperasi Pegawai Negeri (IKPRI) melalui PT Danadipa Artha Indonesia.

Setelah Danadipa masuk, komposisi kepemilikan menjadi IKPRI menjadi 25,43%, Reliance Sekuritas 20,55%, Recapital Advisors 19,68%, PT Taspen (Persero) 9,93%, Dana Pensiun PT Jasa Raharja 1,44%, Dana Pensiun PT Asuransi Jasa Indonesia 1,24%, dan Koperasi Pegawai BKE 0,74%.

Pekan lalu saat berkunjung ke Wisma Bisnis Indonesia, Jakarta, Sekretaris Perusahaan BKE Zulfikar Chainar mengatakan Danadipa tidak berhenti hanya akan memiliki 21% saham.

Perusahan itu berniat menjadi pemegang saham mayoritas dengan menjadi pembeli siaga pada rights issue Bank BKE yang ditargetkan meraup dana sebesar Rp300 miliar. Menurut Zulfikar, ruang membeli saham baru terbuka karena pemegang saham eksisting berpotensi tidak mengambil haknya.

Apabila rencana itu berjalan mulus, Danadipa bakal menjadi pemegang saham pengendali Bank BKE. Pasalnya, pemegang saham lain, seperti IKPRI sebagai pemilik saham mayoritas per 18 September 2019, akan terdelusi hingga menjadi 15%.

Tag : bank bke
Editor : Hendri Tri Widi Asworo

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top