PM Abe Bertekad Jaga Kepentingan Jepang dalam Perundingan dengan AS

Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berjanji menjaga kepentingan negaranya di dalam perundingan dengan Presiden AS Donald Trump di New York, AS, pekan depan.
Dwi Nicken Tari | 21 September 2018 13:36 WIB
Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe (kiri) bersalaman dengan Presiden AS Donald Trump setelah menyampaikan pernyataan bersama di Gedung Putih, Washington, AS, Februari 2017. - Reuters/Jim Bourg

Bisnis.com, JAKARTA — Perdana Menteri (PM) Jepang Shinzo Abe berjanji menjaga kepentingan negaranya di dalam perundingan dengan Presiden AS Donald Trump di New York, AS, pekan depan.

Adapun AS dikhawatirkan bakal memberlakukan tarif impor terhadap produk dari Negeri Sakura.
 
Pada Senin (24/9/2018), Menteri Ekonomi Jepang Toshimitsu Motegi dijadwalkan berunding mengenai hubungan dagang bilateral bersama Kepala Perwakilan Dagang AS (US Trade Representative/USTR) Robert Lighthizer. 
 
Sementara itu, Abe dan Trump dijadwalkan bertemu pada Rabu (26/9) untuk membicarakan hal-hal yang lebih luas.
 
Sejauh ini, AS terus mengupayakan agar hubungan dagang kedua negara diatur dalam kesepakatan bilateral. Namun, Abe sebelumnya sempat menegaskan bahwa dia lebih tertarik dengan kesepakatan perdagangan bebas multilateral, seperti pakta perdagangan bebas Trans-Pasific Partnership (TPP).
 
Oleh karena itu, Jepang pun masih berupaya merayu AS agar mau kembali ke TPP.
 
“Kepentingan nasional akan selalu berbeda-beda. Saya ingin melindungi kepentingan Jepang, misalnya pada produk pertanian. Saya pernah mengatakan bahwa saya tidak akan mau menyepakati apapun selain yang ditawarkan TPP," ujar Abe, seperti dilansir Bloomberg, Jumat (21/9).

Hal tersebut setelah dia terpilih untuk ketiga kalinya berturut-turut sebagai pemimpin partai penguasa, Partai Demokratik Liberal (LDP), Kamis (20/9).
 
Kendati Abe dan Trump memiliki hubungan yang baik, tapi Jepang tetap tidak mendapat pengecualian dari tarif impor baja dan aluminium yang diberlakukan Pemerintah AS pada Maret 2018.
 
Sejak saat itu, ekspor baja Jepang ke AS telah merosot ke level terendah dalam tujuh tahun terakhir. Oleh karena itu, kini kekhawatiran mengarah kepada ancaman tarif yang dapat diberlakukan AS untuk produk otomotif Jepang.
 
Pasalnya, dua pertiga ekspor Jepang ke Negeri Paman Sam berupa produk otomotif.
 
Abe pun menilai isu tarif otomotif itu seharusnya diselesaikan lewat Organisasi Dagang Internasional (WTO).
 
“Aksi saling balas sanksi [tarif] tidak akan menguntungkan negara mana pun. Oleh karena itu, ini saatnya bagi Jepang untuk memimpin dan membuat aturan di era baru perdagangan bebas,” ucapnya, tanpa menyinggung Trump
 
Di sisi lain, pada awal bulan ini, Trump sempat menyampaikan akan terjadi masalah besar jika AS dan Jepang tidak mencapai kesepakatan dagang.

Tag : jepang, amerika serikat
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top