Perwakilan UE Akan Kunjungi AS Pekan Depan, Ini Agendanya

Kepala perdagangan Uni Eropa akan mengunjungi New York, Amerika Serikat, pekan ini untuk melanjutkan negosiasi dagang dengan mitranya, AS dan Jepang.
Dwi Nicken Tari | 23 September 2018 15:40 WIB

Bisnis.com, JAKARTA — Kepala perdagangan Uni Eropa akan mengunjungi New York, Amerika Serikat, pekan ini untuk melanjutkan negosiasi dagang dengan mitranya, AS dan Jepang.

Ketiganya sepakat bakal mencari cara untuk menghentikan praktik perdagangan tidak adil yang dilakukan China serta mencari upaya untuk mengurangi tensi dagang global belakangan ini.

Adapun tujuan Uni Eropa, AS, dan Jepang adalah ingin membentuk kesepakatan yang dapat mendorong China untuk menghentikan 'kebijakan dengan orientasi non-pasar (non market-oriented policies)' yang telah mengakibatkan pasokan global menjadi berlebih serta kompetitivitas dan pengembangan teknologi menjadi tidak adil.

Komisioner Uni Eropa untuk Perdagangan Cecilia Malmstrom akan bertemu dengan Kepala Perwakilan Dagang AS (USTR) Robert Lighthizer dan Menteri Perdagangan Jepang Hiroshige Seko pada Selasa (25/9/2018) di sela-sela sesi Sidang Umum Perserikatan Bangsa-bangsa (PBB).

Bloomberg melaporkan, ketiganya akan membahas dasar-dasar yang dapat digunakan untuk mengembangkan aturan yang lebih kuat untuk subsidi industri, perusahaan milik negara, transfer teknologi, transparansi Organisasi Dagang Internasional (WTO), dan e-commerce.

Adapun sejauh ini, UE terus memberikan dukungannya kepada AS terkait keluhan Negeri Paman Sam terhadap kebijakan dagang China. Hal itu dilakukan sambil meyakinkan Presiden AS Donald Trump untuk membatalkan ancaman tarifnya terhadap UE.

Sebelumnya, Trump mengancam akan memberlakukan tarif otomotif dengan UE. Namun, tarif tersebut masih ditunda pemberlakuannya karena AS dan UE masih berunding.

Selain itu, Malmstrom juga akan mencari cara untuk mengajak AS kembali memperkuat sistem perdagangan multilateral lewat Organisasi Dagang Internasional (WTO).

“Ini akan menjadi perjalanan yang panjang, semua perundingan ini masih berada di tahap awal,” kata Chad Bown, mitra senior di Peterson Institute for International Economics, seperti dikutip Bloomberg, Minggu (23/9/2018).

Namun, dia menambahkan, langkah yang diambil UE juga bisa menjadi jalan terbaik untuk menyelesaikan eskalasi perang dagang antara AS dan China serta menjadi peluang untuk membicarakan masalah WTO.

Adapun secara keseluruhan, sejatinya sejauh ini sektor manufaktur di Zona Euro telah tumbuh dalam laju lambatnya pada September karena kawasan 28 negara tersebut terkena imbas tekanan dari perang tarif.

Selain itu, survei dari IHS Markit menunjukkan bahwa industri otomotif—yang menjadi sasaran produk yang akan dikenakan tarif oleh Trump—juga telah mengalami perlambatan perminraan

“Jika inisiasi kali ini berhasil, hal itu akan memberikan ‘rasa lega’ untuk situasi saat ini [eskalasi tarif],” kata Scott Miller, penasihat senior di Center for Strategic and International Studies (CSIS).

Dia menilai, pertemuan AS dengan UE dan Jepang kali ini merupakan langkah yang baik mengingat perundingan AS dan China tidak akan memperlihatkan kemajuan.

Tag : ekonomi as, uni eropa
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Terpopuler

Top