China Tegaskan Posisinya di Tengah Perang Dagang

China menyampaikan bahwa perundingan dagang tidak akan dapat terlaksana selama Presiden AS Donald Trump terus memberlakukan dan mengancam pengenaan tarif impor.
Dwi Nicken Tari | 24 September 2018 23:20 WIB
Perang dagang AS China - istimewa

Bisnis.com, JAKARTA—China menyampaikan bahwa perundingan dagang tidak akan dapat terlaksana selama Presiden AS Donald Trump terus memberlakukan dan mengancam pengenaan tarif impor.

Satu jam setelah tarif sebesar 10% untuk produk impor asal China senilai US$200 miliar diberlakukan, Beijing merilis dokumen yang menegaskan posisinya. Perundingan antara AS dan China yang dijadwalkan pekan ini pun dibatalkan akibat tarif baru tersebut.

“Pintu untuk perundingan dagang tetap terbuka tapi perundingan harus dilakukan dengan rasa saling menghormati. [Perundingan] tidak dapat dilaksanakan di bawah ancaman tarif,” tulis Xinhua News Agency mengutip white paper yang dirilis Pemerintah China, seperti dikutip Bloomberg, Senin (24/9/2018).

Adapun tarif terbaru dari AS berlaku per Senin (24/9/2018) dini hari dengan menargetkan sejumlah produk, seperti daging beku hingga komponen televisi, dari China.

China pun telah siap dengan tarif balasannya untuk produk impor asal AS senilai US$60 miliar per Senin (24/9/2018). Adapun hari tersebut merupakan hari libur nasional China, sehingga berlakunya tarif balasan ini belum dikonfirmasi.

Sebagai balasannya lagi, Trump juga telah menyiapkan tarif yang meyasar produk impor asal China senilai US$267 miliar.

Adapun seluruh ekspor China ke AS akan berada di bawah tarif jika AS merealisasikan seluruh ancaman tarifnya yang mencapai nilai US$517 miliar. Akibatnya, hal itu akan menekan ekspansi ekonomi global dan merusak rantai penawaran dari berbagai perusahaan multinasional

Tag : perang dagang AS vs China
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top