Kadin: Pembangunan Manusia Penting untuk Kemajuan Bangsa

Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya pembangunan manusia Indonesia sebagai salah satu upaya untuk memajukan kejayaan Indonesia.
Yanita Petriella | 25 September 2018 00:53 WIB
Presiden Joko Widodo (kiri) menerima penghargaan dari Ketua Umum Kadin Indonesia Rosan P. Roeslani (kanan) pada acara HUT ke-50 Kadin di Jakarta, Senin (24/9/2018). - ANTARA/Muhammad Adimaja

Bisnis.com, JAKARTA - Kamar Dagang dan Industri (Kadin) Indonesia menekankan pentingnya pembangunan manusia Indonesia sebagai salah satu upaya untuk memajukan kejayaan Indonesia.

Ketua Kamar dagang dan industri (Kadin) Indonesia Rosan Roselani mengatakan angka tenaga kerja berdasarkan data dari Kementerian Tenaga Kerja terdapat sebanyak 133 juta di mana sebesar 50% merupakan lulusan dari pendidikan sekolah dasar, 26% hanya mengecap pendidikan di sekolah dasar, dan sisanya sebesar 12% hingga 13% berasal dari diploma. 

Indeks pembangunan manusia Indonesia saat ini berada di rangking 116, lalu peringkat daya saing Indonesia berdasarkan INSEAD di urutan ke 90 dari 118 negara. 

"Kami meyakini bangsa Indonesia punya peradaban, daya  pikir, dan juga strategi serta imajinasi yang tinggi di masa lampau melihat kita (Indonesia) pernah membangun Candi Borobudur. Tapi dimana kita sekarang?," ujarnya dalam sambutan 50 tahun Kadin Indonesia, Senin (24/9/2018) malam.

Tingkat pendidikan angkatan kerja Indonesia itu memperlihatkan kemunduran intelektuan bangsa dan sangat sulit berkompetisi dan mengembalikan kejayaan Nusantara. Bangsa Indonesia diprediksi akan menjadi peradaban yang tertinggal di sektor pendidikan apabila tak cepat untuk berubah.

Menurutnya,  revolusi mental yang telah dilakukan oleh Presiden Joko Widodo sudah tepat untuk meningkatkan kualitas sumber daya manusia. Dengan revolusi mental ini membuat perubahan cepat cara pandang SDM Indonesia. 

"Asian Games contoh revolusi mental yang sukses. Indonesia pada awlanya diragukan untuk menyelenggarakan Asian Games dalam jangka waktu 2 tahun untuk persiapaannya. Namun, pak Presiden optimistis berhasil saat itu dan terbukti Asian Games berhasil memukau," katanya.

Pemerintah dinilai telah fokus dalam perbaikan SDM yakni dengan melakukan sejumlah vokasi dan pelatihan edukasi. Terlebih, di dalam APBN dianggarkan sekitar Rp480 triliun untuk sektor pendidikan.

"Indonesia memang negara besar dari segi ekonomi, kita (Indonesia) juga negara besar dari populasi dan wilayah tetapi belum jadi negara besar dari segi SDM. Oleh sebab itu diperlukan suatu rencana strategis cepat, tepat, terstruktur dan terukur untuk bisa menjadikan revolusi mental sebagai gerakan nasional dan meneruskannya langkah pengembangan SDM yang bisa mengembalikan kejayaan Indonesia," tutur Rosan.

Untuk diketahui, anggaran pendidikan dalam RAPBN 2019 senilai Rp487,9 triliun atau meningkat sebesar 12,3% dibanding dengan tahun ini yang senilai Rp434,6 triliun.

Pemerintah telah mengalokasikan anggaran pendidikan sebesar 20% dari APBN sesuai amanat UU nomer 20 tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional.

Tag : kadin
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top