Mau Investasi Langsung Tumbuh, Perbaiki Dulu Dua Hal Ini

Langkah menggenjot investasi langsung asing masuk ke dalam negeri harus didahului dengan memperbaiki dua hal, yaitu peringkat Easy of Doing Business dan Logistic Performance Index Indonesia. 
Hadijah Alaydrus | 25 September 2018 02:12 WIB
Online Single Submission dapat diakses di laman http://oss.ekon.go.id/web - .

Bisnis.com, JAKARTA—Langkah menggenjot investasi langsung asing masuk ke dalam negeri harus didahului dengan memperbaiki dua hal, yaitu peringkat Easy of Doing Business dan Logistic Performance Index Indonesia. 

Kepala Penelitian Makroekonomi dan Finansial Lembaga Pengkajian Ekonomi dan Masyarakat Universitas Indonesia (LPEM UI) Febrio N. Kacaribu mengungkapkan kedua peringkat ini sudah terbukti positif dalam mengundang investor. 

"[Peringkat EoDB dan LPI] Kita sangat improve dalam tiga tahun terakhir, tetapi kita lupa bahwa kita tidak sendiri dalam mengejar ketertinggalan ini," ungkap Febrio, Senin (24/9/2018).

Salah satu negara yang menjadi kompetitor Indonesia adalah Vietnam. Menurut Febrio, posisi Indonesia sebenarnya sudah kalah dibandingkan Vietnam. Dalam peringkat Easy of Doing Business (EoDB) yang dirilis World Bank, Vietnam menempati urutan 68 pada 2018. Sementara itu, Indonesia berada di urutan 72 pada 2018. 

Begitupun di dalam Logistic Performance Index (LPI), Vietnam menempati urutan 39 dari 160 negara. Adapun, Indonesia berada di urutan 46. Tidak heran, lanjut Febrio, banyak manufaktur yang memindahkan pabriknya dari Indonesia ke Vietnam. 

Satu penilaian penting dari sisi EoDB, Febrio menilai Indonesia kesulitan untuk mengkoordinasikan perizinan pusat dan daerah. 

"Pemda memang belum cukup fasih untuk EoDB," kata Febrio. Dengan demikian, dia berharap pemerintah pusat membuat kompetisi tingkat daerah, kabupaten atau kota, dalam hal perbaikan proses pelayanan dan perizinan investasi. 

Saat ini, World Bank dalam laporan EoDB hanya memasukan dua kota terbesar, Jakarta dan Surabaya. Melalui kompetisi tersebut diharapkan penilaian World Bank dapat diperluas sehingga kesempatan untuk investasi di Indonesia menjadi bertambah. 

"Ini memang harus dikejar, ini PR penting pemerintah," tegasnya. 

Tag : investasi
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top