Multifinance Revisi Target Penyaluran Pembiayaan

Perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance mendorong sejumlah perusahaan merevisi target tahunannya
Reni Lestari | 26 September 2018 15:34 WIB

Bisnis.com, JAKARTA - Perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan industri multifinance mendorong sejumlah perusahaan merevisi target tahunannya.

Ada dua faktor yang dipercaya menjadi penyebab utama kondisi perlambatan tersebut. 

Direktur Keuangan PT Mandiri Utama Finance Kuki Kadarisman mengatakan, perlambatan piutang pembiayaan multifinance tak bisa dipisahkan dari melemahnya penjualan kendaraan bermotor. 

Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan mobil dari pabrik ke diler pada Agustus tercatat sebanyak 102.197 unit. Angka itu turun 4,91% dibanding pencapaian Juli 2018 sebanyak 107.474 unit.

Hal tersebut, lanjut Kuki, mendorong perseroan untuk merevisi target penyaluran pembiayaan dari yang awalnya dipatok senilai Rp10,1 triliun. 

"[Penyebab perlambatan pertumbuhan] Diantaranya karena kondisi pertumbuhan permintaan pasar yang menurun, baik dari sales volume dan kualitas, sehingga MUF perlu konsolidasi dan merespon kondisi pasar dengan cara mereview target," kata Kuki kepada Bisnis, Rabu (26/9/2018). 

Revisi target diwacanakan turun ke angka Rp8,6 triliun. Namun demikian, Kuki mengatakan angka tersebut belum pasti mengingat perseoran masih menunggu persetujuan dari pemegang saham. 

Sementara itu, perlambatan pertumbuhan piutang pembiayaan multifinance disebut-sebut juga disebabkan oleh pengetatan kredit yang disalurkan oleh perbankan. Hal tersebut dilatarbelakangi kasus fraud atau pengemplangan kredit perbankan yang dilakukan oleh multifinance. 

Kuki mengaku MUF tidak mengalami kesulitan pendanaan, baik dari perbankan maupun sumber lainnya. Pendanaan MUF sudah terpenuhi sejak awal tahun. Sedangkan pihaknya tengah mengupayakan pendanaan baru untuk kebutuhan tahun depan.  

"MUF tidak mengalami pengetatan pendanaan dari bank, support pendanaan dari bank-bank tidak mengalami penurunan. Namun [revisi target] lebih karena pertimbangan mengantisipasi pertumbuhan industri pembiayaan otomotif yang melambat," jelasnya. 

Berdasarkan data statistik Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tentang lembaga pembiayaan per Juli 2018, piutang pembiayaan tercatat senilai Rp429,02 triliun, atau naik 5,53% dibandingkan Juli 2017 sebesar Rp406,51 triliun. 

Namun, angka kenaikan tersebut tercatat masih lebih rendah dibandingkan pertumbuhan Juli 2017 sebesar 9,56%. Jika dibandingkan dengan pertumbuhan bulan sebelumnya, capaian tersebut naik tipis dari pertumbuhan Juni 2018 sebesar 5,18%.

Tag : multifinance, kredit
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top