Jelang RDG, Ekonom Sarankan BI Naikkan Suku Bunga

Mendekati Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, ekonom menyarankan rapat menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps. Hal ini guna mengantisipasi tekanan ekonomi global yang semakin kuat.
Rinaldi Mohammad Azka | 26 September 2018 13:32 WIB
suku bunga

Bisnis.com, JAKARTA - Mendekati Rapat Dewan Gubernur (RDG) BI, ekonom menyarankan rapat menaikkan tingkat suku bunga acuan sebesar 25 bps. Hal ini guna mengantisipasi tekanan ekonomi global yang semakin kuat.

Lembaga Penyelidikan Ekonomi dan Masyarakat (LPEM) Fakultas Ekonomi dan Bisnis (FEB) Universitas Indonesia (UI) kali ini menyarankan BI untuk menaikkan tingkat suku bunga acuannya. 

Kepala Riset Kajian Makroekonomi dan Kebijakan Pasar Keuangan, Febrio Kacaribu mengungkapkan BI perlu menaikkan suku bunga acuan BI 7 days repo rate (7DRR) walaupun inflasi masih pada posisi yang rendah.

"Tingginya tekanan global akibat efek domino krisis negara berkembang dan perang dagang membuat BI perlu menaikkan suku bunga acuan sebesar 25 basis poin," ungkapnya Rabu (26/9/2018).

Febrio menilai Bank Indonesia telah menjaga stabilitas perekonimuan secara konsisten dan kredibil sehingga menurutnya Indonesia tidak mungkin mengalami depresiasi signifikan seperti yang dialami Argentina Turki dan Afrika Selatan.

Selain itu, dia menilai eskalasi perang dagang antara Amerika Serikat dan China kembali membawa dampak negatif terhadap stabilitas nilai tukar rupiah dimana China pun tengah menyiapkan retaliasi atas upaya penerapan tarif baru AS sebesar US$200 miliar.

Menurutnya, dengan masih tingginya potensi tekanan eksternal dan posisi neraca transaksi berjalan yang terus negatif membuat BI perlu terus mengantisipasi potensi gejolak di pasar dengan kembali menaikkan suku bunga acuan dalam RDG mendatang menjadi 5,5% setelah pada RDG sebelumnya, BI menahan suku bunga acuannya

Tag : Suku Bunga, rdg
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top