Ekonom UI: Pemerintah dan BI Konsisten Jaga Stabilitas Perekonomian

Ekonom UI menilai konsistensi dan kredibilitas Bank Indonesia menjaga stabilitas ekonomi tercermin dari inflasi yang terjaga di level rendah.
Rinaldi Mohammad Azka | 26 September 2018 17:17 WIB
Menteri Keuangan, Sri Mulyani Indrawati (tengah), bersama Gubernur BI Perry Warjiyo (tengah kiri), Menteri Perdagangan Enggartias Lukito (kanan), dan Deputi I Kemenko Perekonomian Iskandar Simorangkir saat memberikan keterangan pers Tim Pengendalian Inflasi Pusat (TPIP) di Kantor Menko Perekonomian, Jumat (24/8/2018). TPIP akan menjaga inflasi di level rendah dan stabil sepanjang 2018 dan 2019. - M Azka

Bisnis.com, JAKARTA -- Ekonom UI menilai konsistensi dan kredibilitas Bank Indonesia menjaga stabilitas ekonomi tercermin dari inflasi yang terjaga di level rendah.

Kepala Riset Kajian Makroekonomi dan Kebijakan Pasar Keuangan, LPEM Universitas Indonesia (UI) Febrio Kacaribu mengungkapkan tren inflasi hanya meningkat sangat tipis di bulan Agustus kemarin. Itu menjadi tolak ukur konsistensi pemerintah dan BI dalam menjaga stabilitas.

"Tingkat harga yang stabil dan rendah menggambarkan kondisi perekonomian yang masih relatif terjaga. Meskipun terdapat beberapa titik lemah, seperti neraca transaksi berjalan dan porsi utang luar negeri swasta, kondisi fundamental Indonesia saat ini masih cukup baik relatif terhadap negara-negara berkembang Asia lainnya," ungkapnya, Rabu (26/9/2018).

Konsistensi pemerintah dan Bank Indonesia dalam menjaga stabilitas perekonomian domestik diperkirakan dapat menjaga pertumbuhan ekonomi di kisaran 5,1% hingga 5,2% pada kuartal mendatang dengan tingkat inflasi yang tetap stabil dan rendah.

Diketahui, inflasi umum dan inti bulan Agustus masing-masing tercatat sebesar 3,20% dan 2,90% (y.o.y), hampir tidak berubah dibanding inflasi bulan Juli, yang tercatat sebesar masing-masing 3,18% dan 2,87% (y.o.y). 

"Walaupun inflasi inti bulanan masih terjaga rendah dan stabil pada tingkat 0,30% (mtm), terjadi deflasi umum sebesar 0,05% (mtm). Hal ini relatif normal, mengingat deflasi pada bulan kedua setelah Idul Fitri terus terjadi tiap tahun sejak 2015 sebagai dampak dari normalisasi harga bahan pangan, di mana penurunan harga komponen harga bergejolak mencapai 1,24% (mtm) di bulan Agustus," jelasnya.  

Tag : bank indonesia, stabilitas ekonomi
Editor : Saeno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top