SIDANG UMUM PBB: AS, UE, dan Jepang Sepakat Selesaikan Isu Dagang Global

Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko, serta Komisioner Perdagangan Eropa Cecilia Malmstrom mengeluarkan pernyataan bersama terkait isu dagang global di sela-sela Sidang Umum PBB (U.N. General Assembly/UNGA) di New York, AS.
Dwi Nicken Tari | 26 September 2018 21:13 WIB
. - .Bloomberg

Bisnis.com, JAKARTA—Kepala Perwakilan Perdagangan AS (USTR) Robert Lighthizer, Menteri Ekonomi, Perdagangan, dan Industri Jepang Hiroshige Seko, serta Komisioner Perdagangan Eropa Cecilia Malmstrom mengeluarkan pernyataan bersama terkait isu dagang global di sela-sela Sidang Umum PBB (U.N. General Assembly/UNGA) di New York, AS.

Di dalam pernyataan bersama yang dikeluarkan oleh Gedung Putih, ketiga menteri tersebut menyampaikan kekhawatiran dan mengonfirmasi tujuan bersama untuk menghadapi kebijakan yang tidak berorientasi pasar (non market-oriented policies) yang dilakukan oleh ‘pihak negara ketiga’.

Adapun dengan tidak. menyebut negara spesifik, ketiga menteri tersebut mengeluhkan praktik tersebut telah menyebabkan kelebihan pasokan global, ketidakadilan kompetitivitas pekerja dan bisnis, menghambat perkembangan dan penggunaan teknologi inovatif, serta menekan fungsi perdagangan internasional.

“Ketiga menteri berdiskusi mengenai langkah yang dapat dan akan diambil dalam waktu dekat,” tulis pernyataan tersebut Rabu (26/9/2018).

Untuk itu, ketiganya akan mengutus masing-masing staf supaya melanjutkan diskusi dan mengusahakan pembentukan perangkat yang dapat digunakan untuk menyelesaikan masalah ini.

Adapun salah satu masalah yang menjadi perhatian di dalam praktik yang dilakukan “pihak negarak ketiga” tersebut adalah mengenai pemaksaan transfer teknologi.

Selama ini, AS telah mengeluhkan praktik pemaksaan transfer teknologi yang dilakukan oleh China terhadap perusahaan teknologi AS. Hal itu bahkan menjadi pemicu pemberlakuan tarif impor dari AS ke China.

Ketiga menteri sepakat. bahwa tidak ada negara mana pun yang dapat. mensyaratkan atau menekan perusahaan asing untuk memberikan/transfer teknologi kepada perusahaan lokal, “misalnya lewat persyaratan usaha patungan, pembatasan ekuitas asing, peninjauan administratis, dan proses lisensi, serta aturan lainnya.”

Selain itu,  ketiga menteri dari negara yang saling bermitra itu juga menunjukkan pentingnya mereformasi Organisasi Dagang Internasional (WTO). 

Bahkan, mereka sepakat untuk memberikan dukungan bersama untuk membuat proposal pemberitahuan yang dapat dipertimbangkan dalam pertemuan Dewan WTO untuk Perdagangan Barang-barang (WTO Council on Trade in Goods) berikutnya.

“Para menteri meminta kepada seluruh negara maju maupun negara berkembang yang menjadi anggota WTO untuk mengambil komitmen penuh dalam setiap perundingan WTO,” tulis pernyataan tersebut.

Tag : dk pbb, perang dagang AS vs China
Editor : Gita Arwana Cakti

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top