Ruang Kenaikan Suku Bunga BI kian Menyempit Tahun Ini

Kenaikan BI 7 Day Reverse Repo sebesar 25 basis point (bps) hari ini, Kamis (27/9/2018) Diyakini merupakan kenaikan suku bunga terakhir Bank Indonesia pada tahun ini, kendati BI dinilai masih mempunyai ruang untuk menaikannya lagi hingga akhir tahun. 
Hadijah Alaydrus | 27 September 2018 16:31 WIB
Hasil Rapat Dewan Gubernur Bisnis Indonesia Jumat 29 Juni 2018

Bisnis.com, JAKARTA—Kenaikan BI 7 Day Reverse Repo sebesar 25 basis point (bps) hari ini, Kamis (27/9/2018) Diyakini merupakan kenaikan suku bunga terakhir Bank Indonesia pada tahun ini, kendati BI dinilai masih mempunyai ruang untuk menaikannya lagi hingga akhir tahun. 

Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (BI), Kamis (27/8), memutuskan untuk menaikkan suku bunga 7-Day Reverse Repo sebesar 25 basis poin (bps) menjadi 5,75%. 

Kepala Ekonom Bahana Sekuritas Satria Sambijantoro mengatakan kenaikan suku bunga pada September ini mungkin menjadi kenaikan terakhir tahun ini karena di saat yang bersamaan bank sentral harus tetap menjaga stabilitas pasar keuangan dan menjaga ekspansi ekonomi. 

"Sebelum kenaikan suku bunga, kami sebenarnya melihat BI telah jauh ahead the curve sehingga ada pertanyaan apakah perlu menaikan suku bunga yang diambil di tengah tren indeks dolar yang stabil bahkan cenderung menurun di beberapa hari terakhir," ujar Satria, Kamis (27/9/2018).

Selain itu, beberapa fund manager tidak teryakinkan atas keberlanjutan pengetatan moneter dapat secara signifikan menopang rupiah yang berada dalam level cukup lemah meskipun BI mendorong kebijakan yang hawkish. 

Sementara itu, Ekonom PT Bank Mandiri Tbk. Andry Asmoro memperkirakan BI masih memiliki ruang kenaikan pada tahun ini seiring dengan meningkatkan ketidakpastian dan pengetatan kebijakan moneter global, terutama dari negara-negara G4 pada, tahun ini. 

"Kami memperkirakan BI 7DRR dapat mencapai 6,5% pada 2019," ungkapnya. Sejak Mei 2018 hingga September 2018, BI telah menaikkan suku bunga hingga 150 basis poin menjadi 5,75%. 

Dalam paparan Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bank Indonesia tiga bulan terakhir, bank sentral memang menekankan dua tujuan utama dari kenaikan suku bunganya, yaitu upaya untuk menurunkan defisit transaksi berjalan ke dalam batas yang aman dan mempertahankan daya tarik pasar keuangan domestik. 

Tag : Suku Bunga
Editor : Sutarno

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top