Pemerintah Proyeksikan Indonesia Jadi Hub Ekonomi Digital di Asean

Pemerintah memproyeksi Indonesia dapat menjadi hub atau penghubung bagi industri ekonomi digital bagi kawasan regional Asean setelah Amazon menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia.
Rinaldi Mohammad Azka | 27 September 2018 15:15 WIB
Seorang pengemudi Amazon.com Inc berdiri di samping truk di Los Angeles, California, Amerika Serikat. - Reuters

Bisnis.com, JAKARTA -- Pemerintah memproyeksi Indonesia dapat menjadi hub atau penghubung bagi industri ekonomi digital bagi kawasan regional Asean setelah Amazon menyampaikan komitmennya untuk berinvestasi di Indonesia.
 
Seperti diketahui, perusahaan dagang elektronik asal AS, Amazon, telah menyatakan ketertarikannya untuk berinvestasi di Indonesia dengan nilai sekitar Rp14 triliun dalam 10 tahun ke depan. Hal ini disampaikan langsung saat bertemu dengan Presiden Joko Widodo dan Menteri Keuangan (Menkeu) Sri Mulyani di Jakarta, pekan lalu.  
 
Menteri Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Rudiantara membenarkan adanya pembicaraan investasi tersebut. Menurutnya, Indonesia harus ada dalam peta digital dunia, sehingga pemerintah menyambut baik setiap investasi di bidang digital.
 
"Jadi, kami menyambut baik investasi di bidang digital tapi yang friendly. Artinya, yang bisa memberikan nilai tambah kepada Indonesia, bukan hanya melihat Indonesia sebagai pasar," jelas Rudiantara, Kamis (27/9/2018).
 
Masuknya Amazon ke dalam daftar investor bidang digital diyakini dapat membuat Indonesia menjadi hub atau penghubung bagi industri digital di regional Asean. Hal ini akan berdampak sangat positif bagi perkembangan ekonomi Indonesia ke depan. 
 
"Kita punya pasar paling besar, pertumbuhan unicorn kita juga yang paling banyak di Asean, pertumbuhan ekonomi digital juga luar biasa," tambahnya.

Pada 2020, ekonomi digital Indonesia diproyeksi menyentuh US$130 miliar atau sekitar 12% dari PDB. Nilai itu dinilai tidak bisa dikalahkan oleh negara lain di regional Asia Tenggara.

Selain itu, perkembangan ekonomi digital juga dipastikan bakal menyerap Sumber Daya Manusia (SDM) yang besar.

"Kami ingin yang namanya teknologi itu mendukung, sekali lagi yang friendly terhadap investasi, selalu memanfaatkan dan mendahulukan SDM Indonesia. Awalnya tidak mudah karena kita juga tidak punya talent, tapi saya minta mereka mengembangkan SDM Indonesia," jelas Rudiantara.
 
Dengan demikian, Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) pun mensyaratkan agar dalam pelaksanaannya nanti SDM asal Indonesia lebih banyak dilibatkan.
 

Tag : kominfo, ekonomi digital
Editor : Annisa Margrit

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top