Disrupsi Industri 4.0, Investasi di Indonesia Menguntungkan

Pemerintah meyakinkan para investor Amerika Serikat bahwa berinvestasi di Indonesia tetap menguntungkan di era disrupsi 4.0.
Amanda Kusumawardhani | 27 September 2018 19:19 WIB
Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri menjadi keynote speaker dalam diskusi publik Forum Kebijakan Ketenagakerjaan (FKK) bertajuk The Future of Jobs and Jobs of The Future di Jakarta, Rabu (11/4/2018). - JIBI/Felix Jody Kinarwan

Bisnis.com, JAKARTA--Pemerintah meyakinkan kepada para investor Amerika Serikat bahwa berinvestasi di Indonesia tetap menguntungkan di era disrupsi 4.0.

“Saya pastikan berinvestasi di Indonesia akan membawa keuntungan bagi kita semua pada masa-masa yang akan datang, “ ujar Menteri Ketenagakerjaan Hanif Dhakiri dalam US-Indonesia Investment Summit 2018, dikutip dari keterangan resminya, Kamis (27/9).

Menurutnya, tantangan ekonomi di era disrupsi industri 4.0 semakin besar. Namun berinvestasi di Indonesia akan tetap menguntungkan bagi semua pihak di masa mendatang.

Hanif mengungkapkan pemerintah akan terus memberikan perhatian secara serius terhadap iklim investasi yang kondusif, termasuk menjaga  iklim ketenagakerjaan yang stabil dan semakin kondusif bagi investor.

“Adanya kepastian pengupahan, jaminan sosial, hubungan industrial yang baik serta perubahan paradigma Mayday yang makin kondusif akan mampu menarik investasi masuk ke Indonesia,” urainya.

Sebagai informasi, Presiden juga telah menetapkan fokus pembangunan pada bidang Sumber Daya Manusia pada tahun mendatang.

“Target nasional pelatihan vokasi mencapai 1,4 juta orang. Bahkan, Presiden juga mengarahkan untuk membangun 1.000 BLK Komunitas di tahun 2019, “ katanya. 

 

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top