KABAR PASAR 1 OKTOBER: Duit Konsorsium Masih Kurang, Deflasi Berpotensi Kembali Terjadi

Berita terkait penyelamatan Bank Muamalat serta laju Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2018 menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (1/10/2018).
Renat Sofie Andriani | 01 Oktober 2018 08:15 WIB
Bank Muamalat - Istimewa

Bisnis.com, JAKARTA – Berita terkait penyelamatan Bank Muamalat serta laju Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2018  menjadi sorotan media massa hari ini, Senin (1/10/2018).

Berikut rincian topik utama di sejumlah media nasional:

Duit Konsorsium Masih Kurang. Kendati telah mengantongi restu dari OJK, jalan konsorsium Ilham Habibie untuk menjadi investor PT Bank Muamalat Indonesia Tbk. masih terganjal ketersediaan dana segar. (Bisnis Indonesia)

Implementasi Tersendat. Pebisnis menilai paket kebijakan dan deregulasi aturan yang diterbitkan pemerintah merupakan inisiatif yang baik. Namun implementasinya di lapangan masih tersendat, sehingga menghambat investasi dan usaha. (Bisnis Indonesia)

Deflasi Berpotensi Kembali Terjadi. Laju Indeks Harga Konsumen (IHK) pada September 2018 diperkirakan kembali mencatatkan deflasi seiring dengan turunnya harga sejumlah komoditas pangan. Deflasi mulai terjadi pada Agustus setelah berturut-turut mencatatkan inflasi sejak awal tahun. (Bisnis Indonesia)

8 Saham Big Cap Janjikan Keuntungan Hingga 21%. Delapan saham emiten berkapitalisasi besar dan paling likuid di Bursa Efek Indonesia (BEI) yang tergabung dalam indeks LQ45 diprediksi masih mampu memberikan keuntungan investasi (capital gain) sebesar 11,5-21,6% hingga akhir tahun. (Investor Daily)

Tsunami Menggulung Ekonomi Palu & Donggala. Indonesia kembali berduka. Belum juga pulih dari efek gempa bumi di Lombok, kita kembali harus dihadapkan bencana sekaligus tsunami yang menerjang kota Palu dan Donggala di Sulawesi Tengah (Sulteng). (Kontan)

Tag : bank muamalat, indeks harga konsumen
Editor : Mia Chitra Dinisari

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top