Gempa Palu-Donggala Tak Pengaruhi Annual Meeting IMF-WB 2018

Pemerintah memastikan bahwa penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau Annual Meeting IMF-WB 2018, tetap akan digelar di Nusa Dua Bali 8-14 Oktober mendatang.
Puput Ady Sukarno | 01 Oktober 2018 19:47 WIB
Sejumlah toko dan gudang yang rusak akibat diterjang gempa dan tsunami berkekuatan 7,4 SR di kawasan Pergudangan Kabupaten Donggala, Sulteng, Senin (1/10). - Antara

Bisnis.com, JAKARTA - Pemerintah memastikan bahwa penyelenggaraan pertemuan tahunan Dana Moneter Internasional dan Bank Dunia atau Annual Meeting IMF-WB 2018, tetap akan digelar di Nusa Dua Bali 8-14 Oktober mendatang.

Meskipun sejumlah daerah lain di Indonesia belum lama ini sedang dilanda gempa bumi, seperti di Lombok, Nusa Tenggara Barat (NTB), lalu Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah. 

Ketua Pengurus Panitia Harian Pertemuan Tahunan IMF-WB 2018 Susiwijono Moegiarso mengatakan bahwa kepastian untuk tetap dilangsungkannya gelaran tersebut juga telah didukung dengan hasil penilaian ketahanan gempa atas hotel dan venues dari acara tersebut telah dinyatakan baik oleh pihak independen. 

"Pada 4 - 6 September 2018 telah dilakukan assessment oleh pihak independen yang ditunjuk Meeting Team Secretariat (MTS) IMF-WB, disimpulkan bahwa kekuatan struktur gedung main venue & official hotel (BICC+Westin, BNDCC+BNDH, Courtyard, Sofitel, dan Grand Hyatt) dalam keadaan baik," tuturnya, Senin (1/10/2018).

Pihaknya menerangkan bahwa pascagempa bumi dan tsunami di Palu dan Donggala Sulawesi Tengah, memang turut menjadi perhatian dari panitia Annual Meeting IMF-WB 2018 di Bali. Namun, lanjut dia, tanpa mengurangi rasa empati kepada para korban di Lombok, Palu dan Donggala, pertemuan tahun tersebut akan tetap dilaksanakan di Bali.

Potensi Bencana

Pihaknya menilai bahwa apabila berbicara potensi terjadinya gempa bumi, hampir seluruh wilayah memiliki potensi bencana. Namun demikian, hal ini tentu harus disikapi secara positif, yakni dengan melakukan mitigasi apabila terjadi.

"Kami sudah paparkan dan yakinkan kepada panitia terkait langkah-langkah seperti security plan, evacuation plan, dan medical plan, sesuai standart mereka. Dan mereka sangat confident dengan penjelasan kami," ujar Susiwijono .

Bahkan, lanjut dia, pihaknya juga sudah melakukan simulasi, apabila terjadi bencana, baik itu gunung berapi, gempa bumi dan gempa bumi plus tsunami.

"Semua tipe bencana sudah kami simulasikan lengkap, bagaimana SOP-nya, keamanannya, evakuasinya dan pertolongan medisnya, termasuk simulasi untuk keadaan diluar bencana seperti ancaman wabah penyakit," ujarnya.

Dibatalkan

Pihaknya juga tidak sependapat dengan usulan dari pihak-pihak tertentu yang mengharapkan event pertemuan tahunan tersebut untuk dibatalkan karena ada gempa bumi Palu dan Donggala.

"Kami juga empati dengan musibah yang di alami saudara kita di Palu dan Donggala. Tapi ini kita juga harus buktikan kepada dunia bahwa kita bangsa yang besar yang memang harus bisa me-manage semuanya. Apalagi ini sudah disiapkan sejak 3 tahun lalu kita menang bidding," ujarnya.

Bahkan, lanjut  Susiwijono akan banyak hal positif yang justru bisa dilakukan di ajang pertemuan tersebut.

"Misalnya di sana nanti kita desain acara yang sifatnya solidarity dan empaty untuk korban bencana Lombok, Palu dan Donggala," ujarnya.

Selain itu, lanjut dia, dari sisi pertemuan, di sana juga akan dibahas mengenai Disaster Risk Finance and Insurance, sehingga banyak manfaat positif yang bisa dihasilkan dari pertemuan tersebut tanpa mengecilkan peristiwa musibah yang sedang melanda saudara lain di Palu dan Donggala, Sulawesi Tengah.

 

Tag : annual meeting IMF-World Bank, Gempa Palu
Editor : Nancy Junita

Berita Terkait



Berita Terkini Lainnya

Top